Sabtu, 1 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pasar Simpang Haru Terbakar, 20 Toko Hangus
Headline
Kebakaran - (Foto:inilah.com/ilustrasi)
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Selasa, 24 September 2013 | 04:15 WIB

INILAH.COM, Padang - Kebakaran di pusat perbelanjaan Kota Padang terjadi lagi. Kali ini menghabiskan 20 petak toko di Pasar Tradisional Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Senin (23/9) pagi. Barang-barang yang berharga di dalam toko tidak dapat diselamatkan.

Sebelumnya, telah lima kasus terjadi dikawasan pasar yakni di kawasan Nusantara Building pada tanggal 14 Agustus 2011, dan pada tahun 2012 telah terjadi dua kasus yaitu di Koppas Plaza pada tanggal 21 Februari, dan di kawasan Belakang Lintas pada tanggal 10 Oktober. Kemudian pada tanggal di kawasan Permindo yakni Toko Sari Anggrek, dan daerah Pasar Lubuk Buaya pada tanggal 31 Maret.

Menurut salah seorang saksi mata di lokasi kejadian yakni Toni (22), sebelum api meludes-

kan 20 toko tersebut dia melihat asap tebal keluar dari toko P&D Delima. Spontan, dia bersama masyarakat lainnya langsung ke lokasi. Karena toko itu masih tutup, maka warga membuka paksa.

Saat toko dibuka, ternyata api sudah membesar di dalam. Diduga kebakaran, akibat korsleting di KWH meteran toko tersebut. “Kami berusaha memadamkan api yang telah menyala dengan air seadanya, namun usaha kami tidak berhasil. Api dengan cepat membesar,” katanya kepada Haluan di lokasi kejadian.

Dalam beberapa menit, api menyambar dan menjilat barang-barang yang ada di toko P&D tersebut. Karena masih banyak toko belum buka, warga yang memadamkan api banyak mengalami kendala.

Mengetahui api semakin besar itu, warga memberitahukan kepada pemilik toko, dan pemadam kebakaran (Damkar) Kota Padang. Pemilik toko bernama Alfi mendatangi lokasi kejadian.

Alfi mengatakan, saat tiba di toko dia pun tidak menyangka tokonya sudah habis dijilat api. Selain barang dagangan tidak berhasil diselamatkan, kondisi toko pun tidak bisa lagi digunakan, ka

Hal senada juga dikatakan pemilik bofet lontong Nurdaili (58). Saat kejadian asap kebakaran tersebut sampai ke bofetnya, dia berusaha mengeluarkan barang yang ada di dalam warung seadanya, karena api dengan cepat merambat ke tokonya.

“Melihat kondisi tersebut kami meminta kepada petugas parkir agar membantu memadamkan api, dan memberitahukan kejadian tersebut kepada PLN agar segera memutuskan arus listrik di sini, serta petugas Damkar,” katanya.

Nurdaili menyebutkan, akibat peristiwa ini dia mengalami kerugian sekitar Rp20 juta. Ia berharap kepada pemerintah agar secepatnya memperbaiki. “Rata-rata pedagang di sini sudah lama menempati toko ini,”ungkapnya.

Tidak Ada Kesengajaan

Atas peristiwa kebakaran itu, beredar informasi bahwa toko-toko tersebut sengaja dibakar. Sebab, di kawasan ini akan dijadikan pasar modern. Namun, hal ini dibantah oleh Ketua pedagang Pasar Simpang Haru Alinur. Menurutnya, kebakaran ini murni musibah. “Tidak ada sabotase, ini murni musibah. Diperkirakan kerugian mencapai miliaran,” jelasnya.

Kepala UPTD Pasar Simpang Haru, Armaini yang didampingi Lurah Sawahan Timur Widia Aprianti mengatakan, 20 petak toko yang terbakar terbagi 10 di Blok AA, dan 10 lagi di Blok BB yang berada di bagian belakang.

Toko yang terbakar di Blok AA, terdiri dari foto studio milik Rasidin, toko bahan bangunan milik Upik Yani, bofet lontong milik Fatimah, toko P&D milik Syafrudin Rasyid, toko gorden milik Syamsul Bahri, toko gorden milik Ermawati, tailor milik Siti Nurmalis, toko alat listrik milik Maizon Jasri, toko P&D milik Darmawi, toko kaca milik Ridwan, dan Aisyah Yusuf.

Sementara di Blok BB yang ikut terbakar, toko alat-alat listrik milik Rinaldi, toko bahan bangunan milik Syamsul Bahri, toko makanan dan minuman milik Suri Karmila, toko P&D giling cabai milik Elma Boer, toko penjual kelapa dan santan milik Asmin Amin, toko penjual cabe milik M. Nimawan, toko P&D milik Rosna, toko tailor milik Asril Tailor, toko P&D milik Nasrul, dan toko Parfum milik Sherly Permata Sari.

“Kami masih menunggu hasil laporan dari masing-masing pemilik toko untuk memastikan berapa kerugian yang dialami seluruh pedagang. Sementara penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujarnya.

Kabid Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD&PK) Padang, Edi Asri menyebutkan, untuk memadamkan api tersebut pihaknya menurunkan tujuh unit armada kebakaran dengan 68 personel.

“Salah satu personel yang memadamkan api di lokasi kejadian mengalami cidera, dan mengalami luka bakar dibagian bahu, sehingga segera di larikan ke RSUP M. Djamil Padang,” kata Edi.

Edi mengatakan, dugaan sementara api berasal akibat korsleting atau arus pendek di salah satu toko. Untuk memastikannya, maka pihak kepolisian yang akan melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP).

Kemudian Kanit Identifikasi Polresta Padang AKP Saridin mengatakan, pihaknya belum bisa melakukan olah TKP, karena lokasi tersebut masih dalam kondisi panas. Walau demikian, pihaknya telah memasang police line di sekitar lokasi kebakaran, dan juga telah melakukan dokumentasi.

“Kami memang belum melakukan olah TKP. Kemungkinan kami akan melakukan pemeriksaan di lokasi bergabung dengan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Iwan Ariyandhi mengungkapkan, terkait kebakaran tersebut pihaknya telah berkordinasi dengan Tim Labfor Medan. Diperkirakan dalam minggu ini tim tersebut akan turun ke Padang untuk melakukan olah TKP. Selain itu, pihaknya pun akan melibatkan Polsek PadangTimur.

Iwan juga mengakui terbakarnya pasar ini sudah yang kesekian kali, sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Terkait beberapa kasus kebakaran ini, pihaknya sendiri belum mendapat hasil penyelidikan secara resmi dari Labfor Medan.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA