Selasa, 2 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
ICW Kepri Terima Aduan Caleg Bermasalah
Headline
Indonesian Coruption Watch (ICW) - (Foto : istimewa)
Oleh: Haluan Kepri
sindikasi - Sabtu, 15 Juni 2013 | 01:50 WIB

INILAH.COM, Batam - Indonesian Coruption Watch (ICW) Kepri menerima banyak aduan dari masyarakat tentang caleg-caleg bermasalah pasca diumumkannya Daftar Caleg Sementara (DCS) oleh KPU Batam beberapa hari ini.

Caleg bermasalah tersebut ada yang tersangkut kriminal, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), narkoba, ijazah palsu, dugaan korupsi dan masalah sosial lainnya. Mereka tersebar di sejumlah partai politik di Kota Batam.

" Caleg-caleg yang bermasalah ini akan kita laporkan ke KPU dan minta KPU untuk tidak memasukan mereka ke dalam Daftar Caleg Tetap (DCT). Sebab, ini akan merugikan masyarakat, seandainya mereka lolos dan terpilih menjadi anggota dewan," kata juru bicara ICW Kepri, Mulkansyah, kemarin.

Mulkan berharap, KPU Batam bisa bersikap tegas terhadap caleg bermasalah ini. Kalau memang rekam jejak mereka tidak sesuai dengan yang disyaratkan, sebaiknya tidak diloloskan. Tujuannya agar orang-orang yang bersaing mendapatkan kursi DPRD itu benar-benar orang-orang yang memiliki integritas dan tidak cacat secara moral.

" Kalau data-data mengenai caleg bermasalah itu sudah kita sampaikan ke KPU, tapi KPU tidak merespon, kita akan umumkan di media massa. Biar masyarakat tahu siapa yang bermain. Karena itu, KPU jangan coba-coba bermain api terhadap caleg bermasalah ini. Jangan jadikan caleg bermasalah sebagai ajang untuk mengeruk keuntungan," katanya.

Terhadap caleg-caleg bermasalah ini, Mulkan akan mengumumkannya satu persatu, mulai dari asal partai, daerah pemilihan dan masalah yang dihadapi. Langkah tersebut dilakukannya menjelang pengumuman DCT. Kemudian, setelah DCT keluar dia juga akan mengumumkan caleg-caleg yang memiliki komitmen terhadap rakyat, memiliki inetgritas, bebas narkoba dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

" Ini harus seimbang, yang jelek kita umumkan dan yang bagus juga kita umumkan. Paling tidak, masyarakat memiliki panduan ketika mereka hendak menyalurkan hak pilihnya. Sehingga, tidak ada lagi istilah memilih caleg seperti membeli kucing dalam karung," jelasnya.

Karena itu, Mulkan mengimbau masyarakat agar proaktif memberikan laporan terhadap caleg-caleg yang dinilai bermasalah ini. Masyarakat berhak mengkoreksi dan memberikan masukan ke KPU mengenai caleg-caleg yang diumumkan itu.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA