Minggu, 20 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Tak Lolos Seleksi, Anggota KPU Menggugat
Headline
(Foto: ilustrasi)
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Kamis, 30 Mei 2013 | 03:31 WIB

INILAH.COM, Pasaman - Sejumlah peserta seleksi calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman yang tidak lulus seleksi wawancara alias masuk sepuluh besar menggugat keputusan Tim Seleksi (timsel) setempat ke KPU Provinsi Sumatera Barat.

Mereka adalah, Yunzar Lubis, Nazaruddin, Yetti Saputri dan Yuli Andesra. Tiga nama pertama merupakan komisinioner KPU Pasaman yang saat ini menjabat.

Menurut mereka, keputusan Timsel tersebut dilaksanakan secara curang, tidak profesional, tidak objektif dan tidak memenuhi ketentuan pasal 27 ayat 2 Peraturan KPU nomor 2 tahun 2013 tentang seleksi KPU provinsi dan kabupaten kota.

Salah seorang penggugat keputusan Timsel tersebut Yunzar Lubis mengatakan, gugatan tersebut disampaikan ke KPU provinsi dengan alasan keberatan, timsel Kabupaten Pasaman telah melanggar kode etik timsel yang termuat dalam lampiran I keputusan KPU nomor 47/Kpts/KPU/TAHUN 2013, karena tidak mengindahkan syarat yang diatur pasal 3 huruf (h), perturan KPU nomor. 02 tahun 2013.

“Dalam hal ini, timsel sudah mengangkangi aturan itu dengan menerima hasil tes kesehatan dari RSUD Pasaman. Padahal sesuai aturan, RSUD itu tidak masuk pada lingkup rumah sakit yang berhak mengeluarkan surat keterangan, karena RSUD Pasaman hanya tipe C yang tidak punya klinik jiwa dan dokter spesialis jiwa atau psikiater. Mestinya, hasil ters kesehatan dari RSUD itu ditolak oleh Timsel,” katanya.

Ia juga mengatakan, khusus untuk dirinya, penyebab tidak masuknya ia di 10 besar menurut informasi yang dia dapat dari berbagai pihak berkompeten, bukan karena rendahnya kompetensinya saat mengikuti tes, tapi karena tanggapan buruk masyarakat. Namun ia katakan tanggapan buruk itupun tidak diklarifikasi secara benar oleh timsel.

“Padahal itu sebenarnya wajib dilakukan timsel sebagaimana maksud pasal 27 ayat 2 huruf d,” imbuhnya.

Sementara itu secara terpisah, salah seorang anggota Timsel calon anggota KPU Pasaman, Atos mengatakan, dalam melaksanakan seleksi calon anggota KPU Kabupaten Pasaman periode 2013-2018 timsel sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku. Hasil yang didapatkan yakni 10 besar tersebut merupakan hasil terbaik yang dilakukan timsel dengan sistem pemilihan yang jujur, sesuai kompetensi dan transaparan.

“Tidak ada ikut campur pihak manapun saat timsel menentukan yang lolos. Itu murni sesuai hasil kemampuan mereka, sesuai penilaian Timsel,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, dirinya masuk sebagai timsel bukan mengatasnamakan dari golongan akademisi tetapi dari golongan profesional. Sebab, yang merekomendasikannya sebagai timsel adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman.

Dalam bekerja, timsel menurutnya sudah melakukan tugas dan fungsnya sesuai kaidah dan amanat undang-undang. Setiap keputusan yang diambil berdasarkan hasil rapat pleno timsel. Independensi timsel katanya sangat terjaga dalam melakukan seleksi tahun ini. “Seleksi tahun ini sangat ketat,” imbuhnya.

Sementara menyinggung tes kesehatan yang dikeluarkan RSUD Pasaman dan diterima timsel, katanya hal itupun sudah melalui kajian dan komunikasi yang dilakukan timsel terhadap pihak terkait. Sebelum bertugas sebagai timsel, seluruh anggota Timsel sudah melakukan pelatihan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Padang.

“Keterangan IDI untuk tes kesehatan calon bisa dilakukan rumah sakit di daerah, jika rumah sakit itu sanggup dan mampu melaksanakannya,” terangnya. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.