Rabu, 23 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Dilindas Kereta Api, Tubuh Pria Terpotong Dua
Headline
Ilustrasi - inilah.com
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Senin, 13 Mei 2013 | 02:51 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Padang - Korban kecelakaan kereta api di Kota Padang kembali bertambah. Seorang pria tewas mengenaskan dilindas kereta api Minggu (12/5). Hingga kemarin identitas korban belum diketahui dan belum ada pihak yang menyatakan kehilangan anggota keluarganya.

Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas mengenaskan di rel kereta api di RT 002 RW 04, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Kota Padang, persisnya di belakang kantor lurah, Minggu (12/5) sekitar pukul 01.00 WIB.

Jasad pria ini ditemukan dalam keadaan tubuhnya terpotong menjadi dua bagian, dan diperkirakan berumur 30 tahun. Kini mayat tersebut telah diinapkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang.

Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian Alvan (16) pelajar mengatakan, saat itu dia bersama dua rekannya pulang nonton organ tunggal yang tidak jauh dari rumahnya. Saat dia pulang ke rumah, mereka melintasi rel kereta api.

Setiba di depan pintu rumahnya, dia melihat sosok pohon pisang, tergeletak di bantalan rel tersebut. Merasa penasaran, maka dia pun memeriksa ke sana. Saat dia menyenter ke sana, alangkah kagetnya, ternyata tubuh seorang manusia yang telah terpotong menjadi dua bagian. “Saya langsung kaget dan berteriak. Kemudian saya memberitahukan kepada warga lainnya,” kata Alva.

Diduga korban terlindas kereta api, saat dia melintasi rel kereta api tersebut. “Sebelumnya, saya melihat korban juga menonton organ tunggal sekitar 500 meter dari lokasi kejadian,” jelasnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, mengundang warga setempat mendatangi lokasi kejadian untuk melihat secara langsung wajah korban. “Saya rasa korban, bukan orang sini,” ujar beberapa warga yang melihat di lokasi.

Sekitar tiga jam jenazah korban tergeletak di sana. Sebab, menunggu kedatangan pihak kepolisian, dan ambulance untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, polisi tiba di lokasi kejadian, untuk melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) dan identifikasi. “Kita telah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP). Tim identifikasi Polresta Padang, telah melakukan identifikasi,” kata Kanit I SPKT Polresta Padang, Ipda Dedi Antonis.

Dikatakannya, dalam kasus ini dugaan sementara korban terlindas saat melintasi rel kereta api tersebut. Lebih menguatkan lagi, lanjut Dedi, dari keterangan saksi di lokasi kejadian mengatakan, sebelum peristiwa ini korban juga menonton organ tunggal di sana.

“Saat ini jasad korban telah dibawa ke RSUP M. Djamil Padang. Korban mengenakan baju kaos warna putih lengan panjang, dan mengenakan celana warna merah, serta mempunyai ciri-ciri rambut ikal, wajah lonjong, dan tinggi sekitar 160 centimeter,” jelas Dedi.

Dedi juga mengatakan, bagi siapa saja yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa langsung memeriksa ke RSUP M. Djamil Padang, untuk memastikan pria tewas tersebut adalah anggota keluarganya atau bukan.

Sementara itu, Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M. Djamil Padang, Gustavianof menyebutkan, jenazah korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 04.00 WIB, dengan dikawal beberapa petugas kepolisian. Wajah korban masih bisa dikenali, karena tidak rusak. Namun saja, tubuhnya terpotong menjadi dua bagian.

Kecelakaan ini menambah panjang deretan daftar kecelakaan kereta api di daerah ini. Sebelumnya pada 29 Agustus 2012 sebuah angdes Sicincin-Pariaman yang akan mengatarkan siswa SMK 2 2Pariaman ditabrak kereta api yang melucur dari Padang menuju stasiun Pariaman di perlintasan kereta api Kampung Baru sekitar 150 meter dari RSUD Pariaman. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/8) sekitar pukul 07.30 WIB.

Pada 22 Agustus 2012 juga terjadi kecelakaan Kereta Api di depan Lapangan Udara Tabing, Kota Padang. Sebuah mobil Mitsubishi Kuda Nomor Polisi BA 2260 JO ditabrak oleh kereta api wisata dari arah Pariaman, Rabu (22/8) pukul 10.30 WIB. Akibatnya enam orang yang merupakan satu keluarga harus dilarikan ke RSU M Djamil Padang.

Sementara itu pada 4 Juni 2013 kecelakaan kereta api juga merenggut dua nyawa pasangan suami Alfinaldi (32) dan Meli (31) tertabrak kereta api di perlintasan Pasar Usang, Padang Pariaman, tidak jauh dari rumah makan Sederhana. Keduanya tewas seketika di lokasi kejadian. [mes]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.