Rabu, 1 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Luthfi: Ria Mundur dari PKS
Headline
Mantan Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika - Ist
Oleh: Haluan Kepri
sindikasi - Jumat, 25 Januari 2013 | 02:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Batam - Mantan Wakil Walikota Batam, Ria Saptarika mundur dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Walau begitu, PKS sendiri masih membuka diri, jika sewaktu-waktu, kader terbaik PKS ini kembali jadi anggota.

"Memang benar Pak Ria mundur. Tapi kita tidak menutup pintu dan berharap dirinya bisa kembali ke partai dakwah ini," kata Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishak, di Asrama Haji, Kamis (24/1) dalam rangka Safari Dakwah PKS.

Ria merupakan salah satu kader terbaik PKS Batam. Karir Ria dipolitik melesat ketika dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Di dewan, pria kelahiran Tembilahan, Riau ini dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Kepri.

Selanjutnya, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Batam 2006, Ria dijagokan PKS ikut bertarung dalam pilkada. Ketika itu, adalah Mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan meminang Ria Saptarika menjadi wakilnya.

Dahlan-Ria pun maju dalam Pilkada Batam. Mereka diusung Partai Golkar dan PKS sendiri. Dalam pemilihan itu, duet birokrasi dan politisi ini berhasil unggul dari empat pasangan lainnya yang ikut bertanding. Antara lain, Achmad Dahlan-Zulbahri, Abdul Basid-Richard Pasaribu dan Naziel Susila Darma-Sahat Sianturi.

Menjadi Wakil Walikota Batam, karir Ria sebagai politisi kian bersinar. PKS pun mengajukan Ria sebagai Calon Walikota Batam pada Pilkada 2011 lalu. Ria berpasangan Ketua DPD Partai Golkar Batam, Zainal Abidin.

Sayangnya dalam pertarungan ini, asa Ria jadi orang nomor satu di Kota Batam kandas. Ia kalah suara dengan pasangan duetnya dalam Pilkada 2006, Ahmad Dahlan yang berpasangan dengan Rudi SE.

Setelah itu, Ria mulai tenggelam dari percaturan politik daerah. Terakhir kali, Ria tampak menghadiri Jalan Sehat Partai Gerindra Kepri, 23 Desember 2012 lalu di Bengkong Sadai. Ria hadir atas undangan sahabatnya, Saparuddin Muda yang kebetulan sebagai Ketua Dewan Penasehat DPD Partai Gerindra Kepri.

Menurut Lufhti dalam tradisi PKS seorang kader tidak ada yang dipecat. Jika kadernya tidak sanggup lagi mengikuti mekanisme partainya, maka mereka akan mengajukan pengunduran diri. Walau begitu katanya, partai tidak serta merta menutup pintu kepada kader tersebut jika ingin kembali aktif menjadi kader.

Tiga Besar
Dalam kesempatan itu, Luthfi menegaskan target PKS pada Pemilu 2014 mendatang adalah masuk dalam tiga besar.

"Kami optimis akan memenangkan pemilu tahun 2014 mendatang, paling tidak masuk dalam 3 besar kemenang PKS nantinya, "kata Luthfi.

Ia menjelaskan, memasuki tahun 2013 ini, PKS telah melakukan berbagai persiapan untuk menuju pemilu tahun 2014 mendatang. Luthfi mengungkapkan, salah satu untuk memenangkan pemilu ialah dengan cara melakukan konsolidasi ke seluruh penjuru tanah air. Hal tersebut dilakukan agar selalu menyamakan persepsi serta menerima semua masukan dari para kader dan simpatisan PKS.

Menurutnya, untuk calon presiden yang nantinya akan diusung oleh PKS pada pemilu tahun 2014 mendatang, saat pihaknya belum membicarakannya. Katanya, capres bisa saja dari internal ataupun eksternal partai.

"Memang kami saat ini belum ada calon presiden dari PKS, tetapi kami tidak menutup kemungkinan dari luar PKS, asalkan persepsinya sama. Dan kami juga akan meminta pendapat dari berbagai kalangan seperti kader dan simpatisan serta dari seluruh sesepuh PKS, " ucapnya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA