Rabu, 30 Juli 2014
Follow Us: Facebook twitter
Dewan Setuju Pemekaran Kabupaten Pesisir Selatan
Headline
ist
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Rabu, 28 November 2012 | 02:35 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Padang - Suara tepuk tangan menghiasai ruang rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, saat usulan pemekaran Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) disetujui oleh DPRD Sumbar, Selasa (27/11/2012) kemarin.

Ruangan rapat paripurna yang biasanya sepi, kali ini dihadiri puluhan masyarakat dari calon Kabupaten Renah Indo Jati.

Warga sudah mulai berada di gedung ini sejak pagi sebelum rapat paripurna digelar. Saat pembacaan keputusan pun, warga yang juga terdiri dari mahasiswa ini menggelar spanduk ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kabupaten baru ini terwujud.

Bukik Buai di Kecamatan Basa IV Balai Tapan pun dicalonkan sebagai ibukota Kabupaten Renah Indo Jati. Adanya persetujuan DPRD merupakan salah satu langkah yang harus dicapai sebelum usulan kabupaten baru ini diteruskan ke DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pun merasa senang karena sudah adanya izin dari DPRD Sumbar.

“Hal yang utama sekarang itu adalah izin prinsip. Baik dari Bupati Pessel, DPRD Pessel, dan DPRD Sumbar. Persoalan teknis, seperti batas wilayah, anggaran dan lainnya, akan dibicaran kemudian,” katanya.

Katanya, sejauh ini sudah ada pembicaraan informal dengan pihak-pihak DPR RI. “Hanya menunggu persetujuan DPRD Sumbar untuk bisa meneruskan ke DPR RI secara formal,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil mengharapkan tim lobi dari DPRD ke DPR RI lebih gencar lagi. Diharapkan awal tahun 2013 sudah ada tanda-tanda kehidupan di Kabupaten Renah Indo Jati ini.

Dari segi anggaran pun, selama dua tahun berturut-turut akan dibiayai oleh APBD provinsi melalui bantuan khusus. “Termasuk juga biaya untuk pemilu kepala daerah,” ucapnya.

11 Syarat Terpenuhi

Dari pandangan umum fraksi, semua fraksi menyetujui pemekaran Kabupaten Pessel ini. Sebagian juru bicara fraksi pun, dengan berapi-api membacakan pandangan fraksinya, untuk memperlihatkan antusiasnya menyambut kabupaten baru ini.

Persetujuan ini didapat berdasarkan hasil pembahasan Komisi I DPRD Sumbar, persyaratan teknis dan persyaratan fisik wilayah tersebut.

Dari persyaratan teknis, yang selama ini sempat menghambat terwujudnya pemekaran ini, baik pihak Kabupaten Pessel sebagai kabupaten induk dan Kabupaten Renah Indo Jati, berdasarkan hasil kajian teknis, menyatakan pembentukan kabuapten ini bisa terwujud.

Menurut pihak Kabupaten Pessel, dari 11 faktor yang menjadi indikator pemekaran kabupaten ini, memberikan skor 446.

Dimana skor untuk 4 faktor utama terdiri dari faktor kependudukan sebesar 100, kemampuan ekonomi sebesar 70, potensi daerah 69 dan kemampuan keuangan daerah 65.
Dengan demikian sesuai PP No 78/2007 Kabupaten Pessel tergolong sangat mampu memenuhi indikator dan persayaratan untuk pemebentukan daerah otonomi baru.

Sementara Kabupaten Renah Indo Jati memberikan skor 406. Dimana untuk faktor kependudukan memberikan nilai 85, kemampuan ekonomi 70, potensi daerah 68, dan keuangan daerah 65. Dengan demikian, Pessel dikatakan tergolong kategori mampu.

Untuk jumlah penduduk, setelah dimekarkan Kabupaten Renah Indo Jati akan mencapai 106.713 jiwa.

Semenatara rata-rata jumlah penduduk setelah dimekarkan baik untuk Kabupaten Pessel dan Kabupaten Renah Indo Jati berada di atas Kabupaten Kepulauan mentawai yang berbatasan langsung dengan kabupaten tersebut yaitu sebanyak 76.173 jiwa. Tetapi di bawah Kabupaten Solok Selatan dengan penduduk 144. 281 jiwa dengan kepadatan penduduk sebesar 43 jiwa/km2.

Sementara dari syarat wilayah, ada 6 kecamatan yang akan berada di dalam Kabupaten renah Indo Jati, yaitu Kecamatan Air Pura, Pancung Soal, Basa IV Balai Tapan, Renah IV Hulu Tapan, Lunang, dan Silaut.

Ide Pemekaran

Menurut koordinator komunitas Kabupaten Renah Indo Jati Yal Efendi, pembicaraan adanya Kabupaten Renah Indo Jati ini sudah ada sejak tahun 1994.

Namun mulai digembar-gemborkan lagi pada tahun 2003 -2009 dengan dibentuknya presidium pemekaran Kabupaten Pessel. Lalu pada 2 Juni 2012 dibentuk lagi tim formatur percepatan pembentukan Renah Indo Jati oleh elit-elit Minang di Jakarta.

Menurut Yal, elit politik menyepakati, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memekarkan Kabupaten Pessel. Alasan rentang kendali menjadi alasan utama.

Bagi masyarakat yang berada di daerah sekitar Renah Indo Jati ini harus menempuh jarak 150 km untuk mencapai Painan, pusat pemerintahan Kabupaten Pessel.

Hal ini jelas akan sangat membahayakan, ketika membawa orang berobat ke rumah sakit.

Adanya peluang dan power yang dimiliki orang Minang di Jakarta juga merupakan alasan.

“Adanya Gamawan Fauzi dan Irman Gusman tentu akan memperkuat dimekarkannya kabupaten ini. Disamping elit-elit Minang lainnya,” katanya.

Terkait potensi katanya, adanya 4 perkebunan sawit yang berada di calon Kabupaten Renah Indo Jati ini cukup mendukung. Begitu juga dengan pertambangan.

Selain tambang emas, di daerah ini juga terdapat tambang uranium di Sungai Gambir Tapan.

Untuk itu, Yang berharap april 2013 nanti, usulan ini bisa diterima DPR RI. Adanya moratorium pemekaran kabupaten dan kota, tidak akan menghalangi hal ini katanya.

Pasalnya saat ini ada 19 kabupaten dan kota di Indonesia yang juga menunggu pemekaran dan sudah dilakukan kajian teknis terhadap daerah tersebut. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA