Rabu, 16 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Murid SD Dicabuli Guru
Headline
Ilustrasi - inilah.com
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Rabu, 24 Oktober 2012 | 06:15 WIB

INILAH.COM, Padang - Peristiwa pencabulan terhadap murid SD kembali terulang di Kota Padang. Kali ini siswa sebuahmadrasah diduga dicabuli guru olahraganya berinisal Z sebanyak lima kali.

Diduga kuat masih ada korban lain diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru tersebut.

Korban yang berinisial FFS (13), murid kelas V ersebut dicabuli di dalam ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pada pagi hari sebelum jam masuk sekolah. Korban yang biasanya datang ke sekolah sekitar jam 6.00 WIB langsung disuruh oknum guru tersebut untuk menyapu ruang majelis guru. Setelah itu, pelaku membawa korban ke ruang UKS yang hanya dibatasi rak buku di dalam ruang majelis guru tersebut.

Di UKS tersebut, korban diduga diperlakukan tidak senonoh. Usai melampiaskan nafsunya, pelaku langsung mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain. Apabila sampai terbuka, korban tidak akan naik kelas. “Ia melakukan seperti itu sebanyak lima kali pak. Awal-awalnya saya takut karena diancam,” kata FFS saat melapor ke polisi kemarin.

Korban yang sudah tidak tahan dengan perlakuan guru olahraganya tersebut, akhirnya berontak saat ingin dicabuli lagi, Rabu (17/10) pagi. Ia melompat dan lari keluar dengan baju sekolah yang setengah terbuka sambil menangis.

Rekan-rekan korban dan guru lain yang melihat korban menangis langsung meninjau lokasi, dan menanyakan apa yang terjadi kepada FFS. “Saya langsung lari sambil menangis karena tidak tahan lagi, dan bertemu dengan kawan-kawan dan guru di luar. Saya takut diancam dan tidak mau bercerita dengan mereka saat itu,” jelas FFS di Ruang SPKT Polresta Padang, Selasa (23/10). FFS juga mengatakan sesaat setelah kejadian, ia kembali ke ruang kelas dan bercerita dengan teman-temannya. Pada saat itulah beberapa rekannya berinisial N, SK, dan NI juga mengakui mereka juga pernah diperlakukan yang serupa oleh Z.

Sementara itu, kakek korban MD (57) menuturkan, pada Kamis (18/10) pagi saat menyuruh FFS pergi ke sekolah, langsung terkejut karena FFS mengaku takut, dan tidak mau ke sekolah sambil menangis. Penasaran dengan apa yang terjadi dengan cucunya, sang kakek langsung menanyakan apa yang terjadi di sekolah. “Saya sangat kaget dan langsung mendatangi sekolah dan melaporkan kejadian ini kepada kepala sekolah,” katanya.

Kepala sekolah yang ditemuinya janji a untuk menyelesaikan kejadian ini secara damai dan berjanji untuk memberhentikan guru olahraga honor ini. “Kepala sekolah meminta supaya ini diselesaikan secara kekeluargaan dan berjanji memberhentikan guru tersebut,” lanjutnya

Empat hari setelah kepala sekolah tersebut berjanji, tepatnya pada Senin (22/10) ternyata mahasiswa perguruan tinggi negeri itu masih mengajar di sekolah itu. Kecewa dengan tidak adanya tindakan pihak sekolah, MD melaporkan tindakan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

“Saya sangat tidak terima. Sudah cucu saya dicabuli dan saya juga dibohongi. Proses hukum harus berjalan dan tidak ada damai secara kekeluargaan,” kata warga Jalan Sutan Syahrir, Mata Air ini.

Kanit II SPKT Polresta Padang, Ipda Harmon mengatakan korban telah memasukkan laporannya dan akan ditindaklanjuti.”Kita telah menerima laporan korban dengan No. LP/1729/K/X/SPKT unit II dan akan disampaikan ke Satreskrim Polresta Padang,” kata Harmon.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.