Kamis, 31 Juli 2014
Follow Us: Facebook twitter
Air Danau Maninjau Kotor, Investor Sepi
Headline
Danau Maninjau - ist
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Selasa, 16 Oktober 2012 | 04:32 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Agam - Pengembangan objek wisata di pinggiran Danau Maninjau terhambat oleh kondisi air danau yang kotor. Investor enggan menanamkan modalnya untuk membangun objek wisata di pinggiran danau jika kondisi air tidak dapat dimanfaat oleh wisatawan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Agam Edi Junaidi Dt Gampo Alam Nan Hitam, Pemkab Agam memiliki areal untuk dibangun sebagai objek wisata di pinggiran danau Maninjau tepatnya di Linggai. Luas arealnya 2,5 hektar.Lahan itu kini masih terlantar menunggu investor yang akan mengelola.

Sementara pematangan lahan lokasi yang sangat stragis itu telah dilakukan dengan menimbun bagian yang kerendahan, sehingga kondisinya saat ini siap bangun.

Begitu pun rancangan objek wisata telah dibuat. Berdasarkan maket tersebut fasilitas pada objek itu nantinya terdiri dari 16 item,sehingga Linggai akan menjadi objek wisata paling lengkap di Agam. Dana yang diperlukan untuk membangun objek wisata representatif di Linggai itu sekitar Rp13 miliar.

“Di objek tersebut nantinya akan ada cafe, tempat permainan anak, tempat mandi-mandi, kolam pancing, tempat bermain dengan kendaraan air, dan sebagainya, tetapi setelah ditawarkan kepada sejumlah investor untuk membangun dan megelolanya, mereka enggan dengan alasan utama air danau yang tidak kondusif, menurut investor daya tarik utama objek wisata di pinggiran danau adalah bermain dengan air yang bersih,” kata Edi Junaidi.

Namun untuk menjernihkan air Danau Maninjau seperti sedia kala memang merupakan pekerjaan berat karena menyangkut banyak persoalan yang melibatkan berbagai pihak.

Kini boleh dikatakan tidak ada air yang jernih di pinggiran pantai Danau Maninjau akibat berbagai hal, terutama akibat pertumbuhan pesat keramba jala apung di sekeliling pantai Danau. Selain itu pembuangan sampah ke dalam danau juga tidak terkendali.

“Sebagai solusi untuk tetap menjadikan kawasawan pinggiran Danau Mainjau sebagai objek wisata menarik hanyalah dengan membebaskan lingkungan sekitar objek wisata dari hal yang menimbulkan polusi air, antara lain dengan cara melakukan zonasi keramba jala apung dengan arti pada jarak tertentu dari objek wisata tidak dibolehkan membangun keramba, tapi hal itu bisa terwujud dengan partisipasi masyarakat setempat” katanya. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA