Jumat, 31 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pengumpul Emas Ilegal Ditangkap
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Berita Khatulistiwa
sindikasi - Sabtu, 6 Oktober 2012 | 01:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Pontianak - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar gerebek home industry pengolahan emas tanpa izin di Jalan Gusti Situt Mahmud, Gang Selat Sumba, Pontianak Utara, Kamis (4/10/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Pemilik usaha, AB (35), diamankan berikut barang bukti 5 kg emas mentah.

Ketika kediaman tersangka digerebek, AB ditemukan sedang memasak butiran emas yang dikumpulkannya secara ilegal. Selain itu, polisi juga menemukan senjata api pistol jenis FN yang merupakan produk pabrikan dengan seri 11260 beserta 33 amunisi.

"Saya usaha ini sejak 2 tahun lalu, dengan cara beli emas kemudian dilebur untuk dijadikan emas lebih banyak lagi. Selanjutnya dijual kepada masyarakat, tapi ada juga dijual ke Toko Emas," ujar tersangka AB, disela pemeriksaan di Mapolda Kalbar, kemarin.

Ia mengaku senjata api tersebut dimilikinya sejak tahun 1997. Diperoleh dari seseorang dengan membelinya Rp 3 juta. Menurut penjual senjata api tersebut, senpi itu ditemukan saat kerusuhan di Sambas.

“Pistol itu memang milik saya, hanya untuk menjaga diri saja, tapi tidak pernah saya pakai," ungkapnya.

Adapun barang-bukti yang berhasil diamankan, diantaranya 7 keping tembaga, 150 gram perak, tiga tabung serbuk berisi sekitar 6 ons emas, kepingan emas empat ons, 9 gumpal leburan perak, 1 ons perak dibungkus kertas 1 kantong plastik sekitar 50 gram, satu jeriken 20 liter berisi air keras, 2 buah timbangan emas, 2 penjepit, satu buah alat cor emas, alat tes emas, dan satu buah senjata api jenis FN.

"Kita awalnya melakukan pengintaian, setelah merasa punya bukti kuat, petugas melakukan penggerebekan, dan tersangka tertangkap tangan sedang memasak emas yang telah dikumpulkannya secara ilegal," ujar Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar, kemarin.

Ia mengatakan, penangkapan tersangka pemasak dan pengumpul emas ilegal itu berdasarkan informasi masyarakat. Mencurigai aktifitas tersangka yang diduga telah melakukan pelanggaran hukum. Dengan cara mengumpulkan emas secara ilegal, lalu dilebur untuk diolah menjadi perhiasan emas.

Kemudian, menurut Mukson, emas yang sudah dicampur tersebut akan di pasarkan, terutama di kawasan Pasar Kapuas Pontianak.
“Emas ini dibeli tersangka lalu dilebur dalam jumlah banyak untuk kembali diperjual belikan, bahkan ada juga ditemukan biji–biji emas dan pasir yang mengandung emas di tempat tersangka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kasus ini masih dalam penyidikan dan akan terus dikembangkan. Terutama memburu pemodal yang membiayai kegiatan tersebut.

Karena tersangka diduga merupakan pengepul emas dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). “Emas ini masih belum murni, ada sekitar 7 ons yang sudah jadi. Sedangkan yang lainnya masih mentah,” katanya.

Kini tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka bakal dijerat Undang-Undang RI No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Barubara dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.

Sedangkan atas kepemilikan senjata api, tersangka bakal dikenai Undang-Undang Darurat No.12 tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA