Kamis, 23 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pemilukada Kalbar
PDIP Bantah Gunakan Data Tidak Valid
Headline
ilustrasi
Oleh: Berita Khatulistiwa
sindikasi - Senin, 24 September 2012 | 02:15 WIB

INILAH.COM, Pontianak - DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat menyatakan perolehan suara yang diumumkan ke publik terkait pemilihan gubernur-wakil gubernur setempat menggunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami menggunakan data yang berasal dari seluruh TPS di Kalbar, yang sudah diplenokan di tingkat desa dan kelurahan," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPD PDI Perjuangan Kalbar, Agustinus Alibata saat dihubungi, Minggu kemarin.

Menurut dia, PDI Perjuangan menempatkan dua saksi di tiap TPS. Para saksi itu melapor ke DPD PDI Perjuangan sehingga data yang dilaporkan bersifat "real time".

Berdasarkan laporan itu, pasangan yang diusung PDI Perjuangan dan sejumlah partai, Cornelis-Christiandy Sanjaya, mendapat 52,28 persen dari 68 persen suara sah yang masuk.

"Kami unggul di 11 kabupaten dan kota," katanya menegaskan. Pasangan 'incumbent' tersebut hanya kalah di Kabupaten Sambas, Kayong Utara dan Kota Pontianak.

Namun, lanjut dia, di tiga daerah itu, mereka berada di posisi kedua. "Secara keseluruhan, kita tetap unggul," katanya.

Mengenai perbedaan data dengan tim lain, ia menegaskan tidak mau terjebak dalam kondisi itu. "Kita tidak ingin terlibat dalam polemik itu," ujar dia menegaskan.

Ia juga ingin agar data yang dimiliki oleh tim lain disajikan secara transparan. "Jangan data di TPS mereka yang menang saja, karena itu tidak menyeluruh," ujar Agustinus.

Sebelumnya, Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar meminta penyampaian penghitungan cepat jangan menimbulkan penyesatan opini.

Ketua Balitbang DPP Partai Golkar, Indra J Piliang dalam keterangan tertulis di Pontianak, Sabtu menyatakan, integritas dari lembaga yang melakukan penghitungan cepat juga harus kredibel.

"Kami menyayangkan klaim kemenangan hingga 51 persen dalam Pilkada Kalbar yang disebutkan calon yang juga 'incumbent', Cornelis. Karena klaim kemenangan 51 persen hasil penghitungan cepat dari lembaga yang integritasnya belum diketahui akan membuat penyesatan opini," kata dia.

Ia melanjutkan, sepatutnya penghitungan cepat itu dilakukan lembaga survei independen yang sudah teruji dalam ratusan Pilkada. "Bukan sepihak oleh lembaga yang belum pernah melakukan itu," kata dia.

Kemudian Tim sukses pasangan cagub Kalbar nomor urut 3, Morkes-Burhanuddin, tetap optimis memengakan Pilgub Kalbar, walaupun sebelumnya pasangan Cagub Kalbar nomor urut 1, Cornelis-Christiandy Sanjaya telah menggelar konfrensi pers meraih kemenangan dengan mendapat 51,2 persen suara pemilih.

“Bagi kita siapapun menang dalam Pilgub Kalbar tidak ada jadi masalah. Hanya saja dari mana klaim suara No.1
Cornelis-Christiandy sampai 51,2 persen mendapatkan suara pemilih di Kalbar, sementara di daerah Timur Kalbar perolehan suara Morkes dan Cornelis tidak beda jauh,” tegas Ketua Tim Sukses Morkes-Burhanuddin, H.Adang Gunawan, SE, saat menggelar konfrensi pers kemarin, di gedung Zamrud Khatulistiwa.

Bahkan, jelas Adang di Kabupaten Melawi, Sintang, pasangan Cagub Kalbar No.3 Morkes-Burhanuddin unggul dalam perolehan suara. “Untuk lebih jelas siapa yang menjadi pemenang Pilgub Kalbar, harusnya menunggu perhitungan dari KPUD Kalbar. Tidak bisa mengklaim menang dengan data tidak akurat,” kata Adang.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA