INILAH.COM, Wangi-Wangi - Kurangnya pasokan air bersih dari PDAM di Wangi-Wangi Selatan membuat masyarakat mengeluh.
Kesulitan ini sudah berlangsung lama namun belum ada penyelesaian hingga kini.
Wani warga Pasar Sentral Wangi-wangi Selatan, Minggu (23/9), mengatakan, meskipun rumahnya termasuk wilayah ibukota kabupaten, dalam sehari air PDAM hanya hidup tidak sampai satu jam.
“Sering-sering tidak mengalir, hidupnya tidak setiap hari. Dengan kondisi ini terkadang kita terpaksa menggunakan air galon untuk kebutuhan,” tuturnya.
Dirinya berharap, pemerintah baik di daerah maupun pusat memperhatikan kesulitan masyarakat Wakatobi. Pemda Wakatobi dirasakan tak mampu menuntaskan penderitaan warga tersebut.
Wa Rama, warga Desa Liya Togo, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Jumat (21/9) lalu ditemui, juga mengeluhkan hal serupa.
Khusus di Desa-nya selama ini, pasokan air tidak pernah normal. Dalam seminggu air hanya mengalir dua hari, dan itu tidak seharian penuh, hanya dihidupkan beberapa jam saja.
“ Kita harap kondisi ini tidak dibiarkan terus-terus begini, bantulah kami masyarakat ini untuk mendapatkan kemudahan air bersih yang rutin,” harapnya.
La Usdin, warga Tindoi Raya Wangi-Wangi,mengisahkan, kesulitan air bersih di Tindoi sudah lama berlangsung. Sudah pernah juga jaringan pipa dipasang namun hasilnya nol bersar, pipa-pipa yang sudah dipasang tak dioperasikan.