Rabu, 17 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Terlibat Pemerasan, Eks Pegawai KPK Ditangkap
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Media Sultra
sindikasi - Sabtu, 22 September 2012 | 00:29 WIB

INILAH.COM, Kendari - Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Lalu Yusuf Adi Ningrat, bersama istrinya Hartini, ditangkap anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Kamis (20/9), sekitar pukul 23.00 wita, di depan Water Boom Kendari.

Keduanya tertangkap tangan melakukan pemerasan terhadap Amran, salah satu pengusaha lokal di Sultra, yang juga orang dekat Gubernur Nur Alam.

Penangkapan keduanya berawal dari laporan masyarakat, yang mencurigai tersangka setelah beberapa kali ingin bertemu Gubernur Sultra Nur Alam, dengan alasan untuk melindungi kasus Nur Alam yang tidak jelas kasus yang mana dimaksud tersebut.
Namun oleh Amran, tidak pernah diijinkan dengan alasan Gubernur sangat sibuk, ujung-ujungnya, tersangka meminta sejumlah uang dengan besaran Rp.1,4 Miliar.

Setelah bernegosiasi, Amran, menyanggupi permintaan tersangka, dengan catatan akan dibayar setengahnya dulu yakni Rp.700 juta, dan sisanya akan dibayar Jumat siang (21/9).

“Kasus tersebut tercium oleh anggota Polda Sultra, berdasarkan laporan masyarakat lima jam sebelumnya, sehingga dilakukan pembuntutan, dan penyergapan,” kata Kabid Humas Polda Sultra, AKBP.A.Karim Samandi, di Kendari, Jumat (21/9).

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka, Lalu Yusuf Adi Ningkrat, ternyata mantan pegawai KPK yang bertugas mulai 5 Agustus 2007 hingga 7 Agustus 2012.

Selanjutnya, pada tanggal 7 Agustus 2012 tersebut, tersangka dikembalikan ke instansinya di BKKBN Provinsi Sultra. Sebelumnya, Lalu Yusuf, di KPK sebagai tenaga pengajar, dan bukan penyidik.

Diketahui juga tambah Kabid Humas, bahwa tersangka Lalu Yusuf, merupakan pegawai KPK yang pernah mendapat sanksi disiplin dan bekerja dibawah pengawasan khusus, di interen KPK, karena diduga melakukan kasus yang sama.

Kasus tersebut akan dikembangkan Polda Sultra, apakah ada korban-korban lain atau tidak, dan tidak menutup kemungkinan kata Kabid Humas, Polda Sultra, akan memeriksa ketua KPK terkait keabsahan surat pemberhentian tersangka.

Sementara istri tersangka yang bekerja di Dinas Kesehatan Sultra, juga dijerat dengan pasal pemerasan, karena ikut membantu suaminya melakukan tindak pidana. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA