Jumat, 22 Agustus 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pria Stres Bacok Anggota Polisi
Headline
Foto : Ilustrasi
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Jumat, 21 September 2012 | 04:17 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Padang - Seorang anggota Polsek Batang Anai, Padang Pariaman Aipda Yulius bersimbah darah setelah dibacok orang yang diduga stress di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, Batang Anai, Padang Pariman, Kamis (20/9) sekitar pukul 13.30 WIB.

Kapolsek Batang Anai, Iptu Indra Syahputra kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara di Jalan Perintis Kemerdekaan, Jati, Kota Padang mengatakan, kejadian berawal dari informasi dari masyarakat yang menyebutkan, ada seorang warga mengamuk, dan memblokir jalan sehingga menyebabkan macet.

“Kita langsung menurunkan anggota piket setelah mendengar adanya gangguan di jalan raya. Anggota kita yang berjumlah 4 orang, dan dibantu keluarga pelaku, mencoba mengajaknya untuk menghentikan tindakannya. Namun pelaku mengejar anggota kita mengunakan sabit, naas bagi Aipda Yulius, dia terjatuh dan dibacok sehingga menyebabkan luka di kepala, dan lengan bagian kanan, ”ujarnya.Korban mengalami pendarahan berat akibat luka menganga di bagian kepala, dan tangan kirinya.

Melihat temannya dibacok, anggota polisi yang lain langsung melumpuhkan pelaku dengan timah panas. Peluru tersebut mengenai dada pelaku yang membuatnya tersungkur dan tewas di tempat.

“Anggota yang dilapangan terpaksa melumpuhkan pelaku dengan timah panas karena menyerang Aipda Yulius secara membabi buta. Namun, peluru tersebut bersarang di dada pelaku dan membuatnya tewas di lokasi kejadian,” katanya.

Yulius yang mengalami pendarahan yang hebat akibat sabetan pedang dari Darmalis dibawa ke Puskesmas Batang anai. Namun karena sarana dan obat yang kurang memadai, Aipda Yulius harus dirujuk ke rumah Sakit Bayangkara.

Dia menambahkan, Aipda Yulius, saat dibawa kerumah sakit Bhayangkara kondisinya cukup kritis, tapi setelah ditangani tim dokter, kondisinya sudah cukup membaik. Sementara jasad Darmalis juga dibawa ke rumah sakit yang sama untuk divisum.

“Kita sudah melakukan sesuai perosedur. Pihak keluarga dari pelaku yang tewas juga sudah memahami kondisi tersebut, dan sudah membuat pernyataan. Keluarganya juga meminta agar mayat tidak diotopsi, dan cukup dikeluarkan proyektil di dalam tubuhnya saja,” terang Indra. [ton]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA