Sabtu, 23 Agustus 2014
Follow Us: Facebook twitter
Jembatan Ambruk, Puluhan Ribu Warga Terisolir
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Selasa, 12 Juni 2012 | 05:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Painan - Sedikitnya, sepuluh ribu masyarakat pada enam nagari di Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, terisolasi. Soalnya, satu-satunya jembatan penghubung di Lunang III ambruk ke dalam sungai.

Warga telah terisolasi sejak Jumat (8/6/2012) sore lalu. Nagari yang terisolasi adalah Sungai Pulai, Teluk Binjai, Pasir Binjai, Durian Seribu, Lubuak Bunta, Air Hitam dan Sambungo.

Menurut keterangan warga setempat, jembatan runtuh saat dilewati sebuah truk tronton yang membawa alat berat berupa eskavator.

Camat Lunang Silaut Feri menyebutkan, sebuah truk tronton milik CV Kurnia mengangkut alat berat milik PT Tarco Padang menuju Lunang I untuk menyelesaikan proyek drainase, Jumat (8/6/2012) sekitar pukul 17.30 WIB.

“Berkemungkinan akibat beban yang ditanggung jembatan terlalu besar atau tidak sesuai dengan kemampuan jembatan. Jembatan hanya bisa menahan beban maksimal 10 ton, sedangkan beban tronton dan alat berat sekitar 30 ton,” katanya menjelaskan, Senin (11/6/2012).

Disebutkan Feri, sopir truk memaksakan diri untuk melewati jembatan yang sudah tua tersebut. Kini, menurutnya, sekitar 10.000 jiwa masyarakat tidak bisa keluar daerah selama tiga hari akibat tidak ada akses lain.

Dijelaskannya, Saat ini warga telah berupaya membuat titian sebagai sarana untuk menyeberang,” ujarnya.

Sunardi, warga setempat menyebutkan masyarakat di tujuh nagari sangat kesulitan untuk bisa keluar nagari. Padahal keperluan warga untuk keluar nagari sangat tinggi.

Tidak hanya itu, semenjak jembatan ambruk, warga setempat tidak bisa lagi memanen sawit. Masalahnya, kendaraan pengumpul sawit tidak bisa masuk ke tujuh nagari yang menjadi sentra sawit di Silaut tersebut.

“Masyarakat sangat berharap jembatan itu segera dibangun kembali oleh perusahaan pemilik mobil dan pemilik alat berat tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pessel Pri Nurdin menyebutkan perbaikan dengan APBD sulit dilaksanakan dalam waktu cepat.

“Jadi kita berharap perbaikan jembatan itu diserahkan ke pemilik alat berat dan truk tersebut. Inikan kesalahan perusahaan itu. Jadi tanggung jawab mereka juga kita minta agar jembatan bisa berfungsi kembali,” katanya. [gus]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA