INILAH.COM, Kendari - PT Permata Kendari Metropolitan, investor yang akan melakukan pengerukan lumpur Teluk Kendari akan menyediakan tiga unit kapal pengeruk.
Tiga unit kapal tersebut akan tiba di Kota Kendari pada 22 Juni 2012 dan langsung beroperasi. Namun, sebelum kapal itu beroperasi, perusahaan tersebut akan fokus membangun talud atau dinding penahan di teluk itu.
"Talud tersebut akan dibangun dengan jarak 200 meter dari pinggir pantai dengan panjang mencapai 1 kilo meter lebih, "kata Direktur Utama PT Permata Kendari Metropolitan, Muhammad Samaruddin Toyib kepada Media Sultra, Senin (11/6/2012).
Di talud itulah, semua hasil pengerukan lumpur akan ditampung dan dijadikan daratan. Pembangunan talud sendiri akan dimulai pada 14 Juni 2012 dimana Gubernur Sultra Nur Alam dan Walikota Kendari Asrun akan meletakkan batu pertama pembangunan talud.
Muhammad Samaruddin mengatakan, setelah hasil sedimentasi tersebut dibuat menjadi daratan, maka itu akan menjadi asset Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari. Pihaknya pun berencana menanamkan investasi untuk membangun di kawasan talud tersbut bekerjasama dengan Pemkot Kendari.
"Nantinya kita akan buat perjanjian melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Kendari untuk jangka panjang. Termasuk kesepakatan soal sistem bagi hasil, " katanya.
Rencananya, ditempat tersebut pihaknya akan membuat tempat pariwisata, sport center, dan perumahan. "Terkait anggaran pembangunannya mulai dari pengerukan maupun revitalisasi yang ada di Teluk Kendari ini bersumber dari perusahaan kami sendiri, ”paparnya.
Ia mengaku, niat untuk mengeruk lumpur di Teluk Kendari bukannya tanpa alasan. Menurutnya, Teluk Kendari, sangat potensial untuk dijadikan kawasan komersial.
“Kita berharap dukungan dari semua masyarakat. Nantinya, kalau pengerukan ini sudah selesai, kita akan membuka kesempatan kepada perusahaan lain untuk mengelola. Kalau misalnya tidak ada, kami siap untuk membangun di dalam talud tersebut, ” paparnya. [gus]