Rabu, 3 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pergub Batas Usia Pensiun 58 Tahun Dicabut
Headline
IST
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Rabu, 23 Mei 2012 | 04:32 WIB

INILAH.COM, Padang - Ada kabar gembira bagi pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumbar. Batas pensiun yang semula ditetapkan pada usia 58 tahun, sesuai ketentuan Pergub No 62 tahun 2011, kini tidak berlaku lagi. Pergub itu sudah dicabut Gubernur Sumbar pada 15 Mei lalu.

Ketentuan pensiun kini mengacu pada UU tentang Pokok-Pokok Kepegawaian dan PP terkait seperti PP No 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian PNS yang kemudian diubah dengan PP No 65 tahun 2008, yaitu pensiun di usia 60 tahun.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang dikonfirmasi Haluan Selasa (22/5) petang, di Padang membenarkannya. Pergub tentang Batas Usia Pensiun Pejabat Struktural Eselon I dan Eselon II telah mengundang pro dan kontra.

Ibarat mempertanyakan mana yang lebih dulu telur atau ayam. PP sendiri mengatur batas usia pensiun 58 tahun tetapi ‘dapat’ diperpanjang sampai 60 tahun.

“Pergub tentang Batas Usia Pensiun sudah kita cabut tanggal 15 Mei lalu. Sebab Pergub No.62 tahun 2011 itu telah menuai sikap pro dan kontra di tengah masyarakat. Karena kata-kata ‘dapat’ dalam PP itu dijadikan harga mati, sehingga batas pensiun di usia 58 tahun sesuai Pergub terasa kontras dengan ketentuan dalam PP,” terang Irwan.

Agaknya keputusan ini menjadi angin segar bagi sejumlah pejabat yang bakal memasuki pensiun pada Juni mendatang. Dalam catatan Haluan, ada 2 pejabat yang bakal memasuki masa pensiun bulan depan masing-masing Asisten II Bidang Ekbang dan Kesra Drs. Syafrial dan Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Akmal,SH.

Selain itu dalam waktu sesudahnya, tercatat Kepala Badan Kesbangpol Linmas Faisal Syarif juga akan pensiun. Dengan dicabutkan Pergub No.62 tahun 2011, otomatis mereka ini berpeluang untuk memperpanjang masa kerjanya hingga usia 60 tahun.

Irwan Prayitno yang ditanya soal ini, membenarkannya. Kepada para pejabat yang akan memasuki pensiun itu, sudah minta untuk mengajukan usulan bila ingin memperpanjang masa kerjanya. Dan mereka menyatakan masih ingin diperpanjang. Alasan yang dikemukakan diantaranya masih banyak bengkalai pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Kita sudah surati para pejabat yang akan pensiun itu, minta mereka mengajukan usulan bila ingin menggunakan kata dapat dalam PP itu. Dan mereka menyatakan masih ingin diperpanjang,” terang Irwan.

Hanya saja keputusan akhirnya belum ditentukannya. Tim Baperjakat tengah memproses perpanjangan masa kerja itu.

RUU ASN Pensiun 60 tahun

Pada bagian lain, Irwan menjelaskan, Rancangan UU Aparat Sipil Negara (ASN) dengan tegas menyatakan bahwa usia pensiun bagi pejabat eselon I dan eselon II adalah 60 tahun dan usia 58 tahun bagi pejabat eselon III dan IV.

Namun RUU ASN ini masih dalam pembahasan karena masih ada 2 ayat lain yang belum tuntas pembahasannya. Tetapi soal usia pensiun, sudah tidak ada masalah lagi. Kata-kata ‘dapat diperpanjang’ yang mengundang polemik selama ini, juga sudah dihapus. Dalam RUU itu tegas dinyatakan pensiun usia 60 tahun dan usia 58 tahun.

“Dalam RUU ASN itu dengan tegas dinyatakan batas usia pensiun 60 tahun untuk pejabat eselon I dan II dan pensiun usia 58 tahun untuk pejabat eselon III dan IV. Tapi RUU itu masih dalam pembahasan. Diperkirakan 2 atau 3 bulan lagi baru tuntas,” katanya.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA