Selasa, 2 September 2014
Follow Us: Facebook twitter
Retribusi Menara Telekomunikasi Belum Bisa Ditarik
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Minggu, 8 April 2012 | 01:19 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Batam - Retribusi daerah dari sektor menara telekomunikasi masih belum bisa masuk ke kas daerah, meski telah diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Pengendalian Menara Telekomunikasi di Kota Batam.

Kepala Badan Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Batam Salim menyatakan, masih terdapat kendala dalam memungut retribusi pengendalian menara telekomunikasi.

"Sampai saat ini, retribusi masih belum dipungut. Masih menunggu penentuan nilai jual objek pajak (NJOP)," ujarnya, kemarin.

Salim menjelaskan, untuk penentuan nilai bangunan dari menara telekomunikasi yang ada sudah selesai dilakukan. Tinggal menunggu penentuan NJOP yang dilakukan oleh Kantor Pajak Pratama. Jika ini sudah dilakukan, maka retribusi pengendalian menara telekomunikasi sudah bisa dipungut.

Pada 2012 ini, pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi menara telekomunikasi ditargetkan sebesar Rp1,46 miliar. Namun target ini kemungkinan besar tidak akan tercapai, mengingat sampai saat ini masih belum bisa dilakukan pemungutan retribusi. "Seharusnya, pungutan retribusi atas pengendalian menara telekomunikasi dilakukan per Januari 2012 lalu," imbuhnya.

Pungutan retribusi dilakukan terhadap setiap orang atau badan yang memanfaatkan ruang untuk menara telekomunikasi. Tarif dan besarnya retribusi pengendalian menara telekomunikasi dilakukan dengan cara perhitungan tertentu. Yakni untuk menara telekomunikasi yang dibangun di atas tanah di wilayah 'mainland' dan di atas gedung, sebesar 2% dikalikan dengan NJOP yang digunakan sebagai dasar perhitungan PBB menara telekomunikasi. Sedangkan untuk di wilayah hinterland, dikalikan sebesar 1,5%.

Saat ini, dari 425 tower telekomunikasi yang ada di Kota Batam, hanya 76 tower saja yang telah mengantongi IMB yang dikeluarkan Dinas Tata Kota (Distako) Kota Batam. Sisanya, sebanyak 349 menara tower tidak punya IMB.

Dari 425 tower itu, 125 tower berdiri di atas ruko (rooftop). Kemudian, 140 tower dijadikan menara bersama. Adapun tower yang sudah memiliki IMB (rekomendasi) sebanyak 76 unit dan green field (mulai dari bawah) sebanyak 300 tower.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA