INILAH.COM, Kupang - Bulog Devisi Regional Nusa Tenggara Timur (NTT) menargetkan akan membeli beras dari petani daerah sebanyak 15.000 ton. Rencana pengadaan beras itu baru akan dimulai pada musim panen akhir Maret mendatang. Beras itu dibeli untuk mengatasi rawan pangan di daerah ini ketika terjadi gagal panen.
Humas Bulog Devisi egional NTT, Marselina Bendelina Radja-Rihi mengemukakan, beras tersebut akan dibeli di dari delapan kabupaten yakni Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Sumba Barat, Belu, Kupang, Rote Ndao, dan Sumba Timur. Saat ini belum ada realisasi pembelian beras karena para petani belum panen. Sekarang lagi musim tanam. "Sekarang belum ada realisasi pembelian beras antara Bulog Devisi Regional NTT dengan petani karena petani belum panen," katanya di Kupang, Jumat (2/3).
Target itu melampaui prognosa pengadaan beras 2012 sebesar 8.531 ton. Akan tetapi penyerapan beras tahun lalu hanya mencapai 4.830 ton. Diharapkan dengan naiknya harga pembelian pemerintah (HPP) beras di tahun 2012 ini maka serapan beras dari petani bisa meningkat.
Diakuinya, tahun 2011 lalu, Bulog mengklaim serapan beras petani menurun karena hujan berlebihan yang mengakibatkan kualitas beras menurun. "Tahun ini nanti kita ikut serapan beras setelah petani memanen," katanya.
Menunurut Marselia, beras yang dibeli Bulog ialah kadar air yang terkandung di dalamnya maksimal 14 persen. Selain itu, derajat sosoh atau tingkat keputihan beras minimal 95 persen, butir patah maksimal 20 persen, dan butir menir (bubuk) maksimal 2 persen. Inilah yang Inilah yang akan direalisasi dalam pembelian beras dari petani sehingga beras yang dibeli sangat baik untuk dikonsumsi masyarakat.