Selasa, 29 Juli 2014
Follow Us: Facebook twitter
Pelajar SMP Tewas Terjerat Sabuk Karate
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Berita Pagi Palembang
sindikasi - Minggu, 4 Maret 2012 | 04:00 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Sela Asmarani (15), pelajar kelas IX SMP swasta di kawasan Kertapati yang juga warga Jalan Abikusno Cokro Suyoso, RT 38, RW 07, No 01, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati, ditemukan tewas tergantung dengan kondisi leher terjerat sabuk karate berwarna kuning - putih, Sabtu (3/3/2012) sekitar pukul 10.00 Wib.

Korban tergantung di rangka atap kamar kontrakan milik orangtua temannya bernama Adi Saputra alias Adit (16). Kamar itu sudah dua minggu ini dikontrak oleh seseorang bernama Agus.
Kondisi korban pertama kalinya diketahui oleh Adit (16). Saksi yang panik kemudian memanggil keponakan korban bernama Ira dan teman korban, Bunga, yang kebetulan sedang melintas di lokasi kejadian.
Korban yang disangka masih hidup oleh saksi, kemudian diturunkan dari jeratan sabuk, dan dibaringkan ke springbed lusuh di lokasi. Ketiganya kemudian memberi tahu kakak korban, Rio (22) dan korban pun dibawa ke RSUD Bari.
Saat diperiksa petugas di Mapolresta Palembang, Adit menjelaskan, awal kejadian sekitar pukul 07.00, korban yang mengenakan baju pramuka, datang ingin curhat masalah ponsel milik korban merek Sony Ericsson yang digadaikan pacar korban inisial Rid, ke Pasar Cinde. Karena takut pulang, korban kemudian berusaha mencari pacarnya hingga korban pun mampir di kontrakan milik Samsul, ayah Adit.
“Kata korban saat dia datang pagi-pagi, dia mencari pacarnya yang telah menggadaikan ponselnya seharga Rp200 ribu, korban yang berusaha menebusnya, ingin meminjam uang kepada saya, karena tidak punya uang, korban ngotot dan gelisah ingin meminjam uang, saya kemudian menyuruhnya untuk tenang dan duduk sejenak di beranda kontrakan tempat kejadian,” kata Adit.
Karena kasihan melihat korban yang panik, Adit pun berusaha menenangkan dan berinisiatif memasakkan mie instan untuk korban sekitar pukul 09.00. Setelah menghidangkan mie instan dan sebotol minuman kepada korban, Adit meninggalkan korban sendirian, karena dia pun ingin memasak mie instan untuk dirinya sendiri.
Ketika Adit kembali ke kamar kontrakan itu, terlihat suasana sunyi. Adit mengintip dari jendela dan melihat korban sudah tergantung dengan leher terjerat sabuk karate. Saksi yang panik kemudian memanggil Ira dan Bunga kemudian ketiganya berusaha menyelamatkan korban yang dikira masih hidup.
Setelah mendapatkan kabar, Rio, kakak korban, datang dan mendapati korban bermuka pucat dengan kondisi telentang di atas springbed di ruang depan kontrakan.
“Saya yang mendapat kabar adik saya sudah tewas, saya langsung ke tempat kejadian dan langsung membawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu pemilik rumah ada di mana, saya yang panik hanya mihat ada sebuah tali berbentuk sabuk, tergantung di plafon, sementara adik saya sudah terbaring di springbed tak jauh dari tali tersebut,” kata Rio saat di tempat kejadian perkara (TKP).
Usai mendapatkan informasi tersebut, petugas identifikasi bersama anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang serta anggota Reskrim Polsek Kertapati menuju lokasi kejadian. Sabuk karate yang tergantung di atas plafon, ternyata sudah dibuang seseorang ke luar rumah dan ditemukan petugas di halaman depan rumah.
Dari pantauan BeritaPagi di lokasi kejadian, masih ada separuh mie instan yang belum dihabiskan korban dan sebotol air minum. Warga sekitar yang penasaran berkerumun di lokasi kejadian, namun saat ditanya mereka enggan memberikan komentar.
Diketahui, korban merupakan anak ke empat dari lima bersaudara dan satu-satunya anak perempuan. Dari RSUD Bari Palembang, jenazah korban dibawa ke RSMH untuk divisum. Saat diperiksa tim forensik di RSMH, diketahui terdapat luka memar di leher korbanm diduga bekas jeratan tali.
Orangtua korban, Asnawi (45) dan Darti (40), tak kuasa menahan kepergian sang buah hati. Mereka tidak percaya harus kehilangan putrinya dengan cara mengenaskan. "Pak gimana pak, ini (korban) anak saya satu-satunya. Ya Allah, astagfirullah al’adzim," ucap Darti, meratapi sambil menunjuk jenazah putrinya yang sudah terbujur kaku.
Di tempat terpisah Ira, Yanti, dan Bunga teman sekelas korban, menuturkan, sebelum kejadian, korban saat dalam perjalanan ke sekolah, tiba-tiba mendadak bilang ingin dijemput pacarnya Rid. “Saat itu katanya dia mau dijemput pacarnya dan kita tidak tahu lagi dia kemana,” kata Ira yang dibenarkan Bunga.
Menurut teman korban yang menjadi saksi ini, korban pernah mengatakan memiliki masalah dengan pacarnya karena ponsel korban dijual pacarnya, yang diduga untuk membeli shabu. Saksi juga mengatakan, korban sudah beberapa hari tidak masuk sekolah.
Sementara Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kapolsek Kertapati AKP Sukri Arivai mengatakan, sekitar pukul 13.00, pihaknya mendapat informasi ada korban meninggal dunia tergantung. Motif meninggalnya korban, belum ditahui pasti.
Namun diakui Sukri, petugas menemukan keganjilan dalam peristiwa ini, apakah korban depresi kemudian gantung diri atau sengaja dibunuh. Kepastiannya akan diketahui setelah saksi kunci selesai diperiksa, saat ini petugas masih mencari bukti-bukti lain dan saksi lain untuk mengungkap kasus ini.
"Kita akan memeriksa para saksi secara intens dan menyelidiki kasus ini guna mengorek kebenaran yang sebenarnya, korban tergantung kaki keadaan terlipat di atas kursi, menurut tetangga sekitar, kamar tersebut sudah dua hari digembok, namun kita akan selidiki ini lebih dalam,” tegasnya. [gus]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA