Senin, 24 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Dua Warga Tertimbun Longsor Saat Gali Tebing
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Sabtu, 25 Februari 2012 | 18:40 WIB

INILAH.COM, Batusangkar - Bencana tanah longsor di Jorong Ombilin Kecamatan Rambatan kabupaten Tanah Datar yang terjadi senja, Jumat (24/2) sekitar pukul 16.30, mengakibatkan seorang pria bernama Zulkifli ( 59) tewas tertimbun.

Sementara temannya Buyun (38) yang siang kemarin bekerja bersama-sama mendatarkan lokasi perumahan dengan menggali tanah tebing yang tak jauh dari bentangan rel kereta api Ombilin, nyawanya sempat diselamatkan oleh warga yang ada di sekitar lokasi.

Camat Rambatan Erizanur ketika dihubungi Haluan di TKP menyebutkan, bahwa sejak pagi kemarin kedua korban bekerja mendatarkan lokasi perumahan milik adik korban Buyun Depi.

Untuk memperluas lahan yang akan dijadikan lokasi perumahan tersebut, mereka bekerja menggali lokasi tebing, namun malang bagi mereka saat menggali tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya.

Tebing yang tengah mereka gali berdua secara tiba-tiba runtuh, material tanah yang longsor itu serta merta menimbun wajah Zulkifli dan Buyun, semua wajah Buyun tertimbun tanah, warga yang ada di sekitar lokasi berusaha menolong dengan menggali dengan berbagai peralatan seadanya.

Setelah ditemukan, Zulkifli dalam keadaan pingsan dan dilari kan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padang Panjang dengan kendaraan, namun dalam perja lanan pria malang itu meng hembuskan nafas terakhirnya.

Sementara Buyun dapat dise lamatkan, hingga tadi malam Buyun sudah bisa dirawat jalan, sementara jenazah Zulkifli menurut rencana akan dimakamkan di pemakaman keluarga Jorong Om bilin Nagari Simawang Sabtu pagi ini.

Sebuah Rumah Nyaris Ludes Jadi Abu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar Altri Suandi sehubungan dengan kejadian tanah longsor tersebut mengharapkan, agar warga yang bermukim di lokasi yang rawan bencana, seperti di pinggiran tebing dan lokasi aliran sungai, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, rumah milik Murtianim (59) seorang guru SD di Koto Simpurut Kecamatan Sungaitarab, sore kemarin sekitar pukul 17.00 nyaris ludes dilalap si jago merah. Untung saja satu unit Mobil Pemadam Kebakaran BPBD Tanah Datar sepat sampai di lokasi.

Rumah permanen bertingkat itu berhasil dise lamat kan.”Alhamdulillah kediaman saya tidak jadi terbakar,” tutur pemilik rumah tersebut kemarin. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA