INILAH.COM, Pekanbaru - Rumah Rosdiana Tiomora Sinurat, di Jalan Harapan Jaya Nomor 36, Kelurahan Labuhbaru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, dalam sepekan ini dua kali dibakar orang tak dikenal. Polsek Payung Sekaki diminta segera mengungkap pelaku dan menangkapnya.
Rosdiana Tiomora, kepada Haluan Riau mengatakan, rumahnya yang berdindingkan papan dan menyatu dengan warung kopinya ini pertama kali dibakar orang tak dikenal (OTK) pada 17 Februari lalu, sekitar pukul 09.00 WIB. OTK tersebut melempar dengan api dan bensin yang mengenai bagian samping warungnya. Untungnya peristiwa ini cepat diketahui sehingga api dapat dipadamkan.
Kemudian pada Rabu (22/3), rumahnya yang menyatu dengan warung kopi tempatnya sehari-hari mencari nafkah ini, kembali dibakar OTK sekitar pukul 03.30 WIB. Pada peristiwa kedua ini OTK membakar warungnya dengan menggunakan dua jerigen bensin dan melempar api. Untungnya adik ipar Rosdiana dan para tetangga cepat mengetahuinya, sehingga api yang berkobar kembali dapat dipadamkan.
"Dari keterangan orang yang ronda malam itu, mereka mengaku melihat satu unit mobil beberapa kali bolak-balik di depan rumah saya. Kemudian dua orang terlihat turun dan menghampiri rumah saya. tak lama kemudian petugas ronda itu kaget melihat api sudah membara di dinding warung saya, sehingga mereka berhamburan kerumah saya membangunkan kami. Tetangga yang ada di depan rumah saya juga mengaku mendengar suara ledakan dan melihat rumah saya sudah terbakar. Untungnya api dapat segera diatasi," ujarnya.
Ia mengatakan, kedua peristiwa pembakaran ini telah dilaporkannya ke Polsek Payung Sekaki, namun pada laporan pertama Polisi tidak membuatkan laporan pengaduannya.
Ketika ditanya apakah dirinya ada memiliki persoalan, Rosdiana mengaku sekitar tiga minggu lalu, sempat didatangi oleh sekelompok orang yang mengaku suruhan sempadan tanahnya yang ada di belakang rumah.
"Orang suruhan tersebut mengaku disuruh oleh sempadan saya meminta kami segera mengosongkan lahan. Mereka juga mengaku sudah diberi uang sekitar Rp120 juta. Namun karena ini merupakan tanah dan rumah kami yang dibuktikan dengan surat resmi, makanya kami tetap bertahan," ujar Rosdiana.
Ia mengatakan, sebelumnya sempadannya yang bernama Sri Amin, mengklaim rumah dan tanah yang ditempati Rosdiana milik Sri Amin. Namun setelah dilakukan pengecekan dan pengukuran oleh pihak sempadan dan dari Badan Pertanahan Nasional Pekanbaru, ternyata hanya satu meter saja yaang menurut mereka masuk ke tanah kami.
"Karena kami tak ingin beramai apalagi bertetangga, tentunya kami iyakan saja. Namun belakangan mereka mengklaim seluruh lahan rumah kami ini," ujarnya.
"Atas kejadian ini, kami meminta Polsek Payung Sekaki segera mengungkap motif pembakaran rumah kami ini. Karena keselamatan kami terancam, jika Polisi tidak cepat bertindak tidak tahu lagi apa yang akan terjadi, jika pembakaran kembali terulang dan kami tidak mengetahuinya. Untuk diketahui ada sembilan nyawa yang ada di rumah itu," ujarnya.
Menanggapi hal ini, Kapolsek Payung Sekaki, AKP Arbain ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara dan mencatat semua yang kerugian yang diderita.
"Rencanannya Ibu Rosdianan ini akan mengajak saksi yang bernama James Manullang ke Mapolsek pada hari Kamis (23/2). Tetapi hingga pukul 16.00 WIB belum datang. Sehingga kita akan membuat surat pemanggilan untuk saksi,"ujar Kapolsek.
Rosdiana yang disebutkan mengenai hal tersebut mengaku heran dengan pernyataan Kapolsek. Karena ketika melapor dirinya bersama James Manullang yang merupakan suami Rosdiana bersama-sama melaporkan kejadian, dan Rosdiana sudah di BAP.
"Jadi janji apanya lagi, saya kan sudah datang melapor bersama suami saja James Manullang," ujarnya. [mor]