INILAH.COM, Padang - Jalan By Pass kilometer 9, Lubuk Begalung ditanami pohon oleh sejumlah warga, Minggu (19/2/2012).
Aksi belasan warga Pulau Aia itu sebagai bentuk protes, jalan itu tak kunjung diperbaiki, meski kondisinya sudah rusak parah. Aksi ini sempat memacetkan arus lalu lintas.
Aksi yang sama juga dilakukan warga Simpang Kalumpang, Kecamatan Koto Tangah. Mereka menanam pohon pisang di tengah jalan.
Koordinator aksi itu, Oki mengatakan, masyarakat sudah kesal dengan lambatnya perbaikan terhadap jalan yang cukup padat itu. Selain berdebu, kondisi jalan itu juga mengundang terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Sudah lebih tiga tahun kondisi ini berlangsung, tetapi belum juga ada tindakan,” katanya.
Debu jalan itu sudah berakibat warga menderita batuk dan sesak nafas. Belum lagi genangan air yang mengalir ke rumah warga, bila hujan datang. “Kita hanya berharap, jalan ini diperbaiki secepatnya, agar dampaknya tak kian parah,” tambahnya.
Sebelumnya Anggota DPRD Sumbar HM Tauhid menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumbar tidak dianggarkan untuk perbaikan jalan tersebut. Alasannya, jalan itu menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau harus dianggarkan dari APBN. “Tidak bisa dianggarkan dalam APBD, karena jalan itu masuk jalan nasional, bukan jalan provinsi statusnya,” katanya.
Ia juga mengatakan, kalau perbaikan akan dilakukan, namun kapan waktu perbaikannya tidak diketahunya secara persis. “Saat rapat dengan Dinas Prasjal dan Tarkim, katanya akan segera diperbaiki. Namun sampai saat ini belum juga kelihatan perbaikan,” katanya.
Sementara Bachtul, anggota Komisi III DPRD Sumbar mengatakan, sebagian besar kendala yang dihadapi dalam penganggaran, adalah masalah status jalan, di mana jalan rusak itu menjadi tanggungjawabnya APBN, sehingga perbaikan sering terlambat dilakukan. “Jadi diperlukan kelihaian dari dinas terkait dalam melakukan koordinasi dengan pemerintah,” katanya. [gus]