INILAH.COM, Banjarmasin - Penyakit kelainan pertumbuhan yang diderita remaja putri Rusdaniar (21), mengetuk keprihatinan Walikota Banjarmasin H Muhidin.
Ia pun segera mengunjungi remaja putri asal Teluk Kelayan tersebut yang kini jadi pasien di ruang Tanjung Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
Muhidin mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami remaja tersebut. Dia mengimbau, seluruh warga Banjarmasin terutama pihak Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, segera melaporkan apabila menemukan kasus serupa.
"Terpenting agar kejadian yang menimpa Rusdaniar tidak terulang lagi di Banjarmasin," katanya usai menyerahkan bantuan uang pengobatan Rusdaniar, Jumat (10/2) lalu.
Sementara itu, anggota DPRD Banjarmasin M Dafik As'ad menyatakan, akan memperjuangkan penambahan pos anggaran bagi Posyandu di Banjarmasin.
"Kalau tidak di APBD 2013, maka penambahan anggaran diusulkan pada ABT (anggaran belanja tambahan) tahun ini," ucapnya.
Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut diharapkan menciptakan pelayanan kesehatan yang maksimal.
Rusdaniar merupakan pasien dengan penyakit kelainan pertumbuhan. Penyakit tersebut menghinggapi tubuhnya sejak ia berusia enam bulan.
Lantaran ibunya bekerja sebagai pengupas bawang, dan ayahnya seorang guru mengaji Rusdaniar, dengan penghasilan yang di bawah cukup tersebut, Rusdaniar akhirnya sama sekali tidak mendapatkan pengobatan.
Bahkan, setiap harinya Rusdaniar hanya makan mie gelas, sebagai asupan gizinya. Tak anyal, meski sudah berumur 21 tahun, namun berat badan Rusdaniar hanya seberat 8 kilogram. [mor]