INILAH.COM, Pekanbaru - Bantuan APBN 2012 untuk PON VXIII di Riau Rp150 miliar. Padahal sebelumnya Gubernur Riau mengatakan pihaknya berhasil merebut alokasi APBN 2012 untuk PON Rp1 triliun.
Dana Rp150 miliar ini terungkap dalam ekspose persiapan PON di hadapan Panitia Kerja Persiapan PON dan anggota Komisi X DPR-RI di Auditorium Menara Lancang Kuning, Komplek Kantor Gubernur, Jumat (10/2).
Dalam sesi dialog, salah seorang anggota DPR, Rulli Chairul Anzwar mengingatkan Pemprov Riau agar mempersiapkan tahapan pencairan dana, terutama yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negera (APBN).
Soalnya, dikhawatirkan dana APBN 2012 yang diplot Rp150 miliar untuk penyelenggaraan, tidak bisa dicairkan sebelum penyelenggaraan.
"Buatlah pentahapan pencairan anggaran mulai sekarang. Soalnya, bisa jadi dana cair diakhir-akhir bulan Agustus atau pada bulan September. Ini sudah pernah terjadi saat penyelenggaraan Asean Paralimpic di Solo. Karena pelaksanaan PON di Riau ini pada bulan September, ini harus disikapi sejak awal," kata Rulli Chairul Azwar.
Fakta dana Rp150 miliar itu juga diakui Gubri Rusli Zainal dalam ekpose tersebut. Disebutkan Rusli, dana yang dibutuhkan sebesar Rp1.669.200.815.000.
Sedangkan dana yang sudah tersedia dan bersumber dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp1.179.200.815.000. Kekurangan Rp290 miliar sudah diusulkan dalam APBN dan diakomodir baru sebesar Rp150 miliar.
Kekurangan dana Rp290 miliar, kata Rusli, disikapi Pemprov Riau dengan mempersiapkan dana cadangan. Apalagi jika bantuan pusat tidak dapat dicairkan sebelum pelaksanaan.
"Mudah-mudahan bantuan dari APBN bisa segera kita dapatkan. Kalau ada masalah kita sudah siapkan dana cadangan. Kalaupun tidak bisa, kita akan siapkan di APBD Perubahan 2012 nanti," ungkap Gubri, tanpa menjelaskan berapa dana cadangan dan berada di Satuan Kerja apa dana tersebut.
Sementara itu, sesuai surat Gubernur Nomor 902/PU/38.231 Tanggal 10 Oktober 2011, kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur penunjang sebesar Rp460 miliar.
Sedangkan kebutuhan dana untuk penyelenggaraan sebesar Rp150 miliar, dimana kegiatan opening dan closing ceremony menghabiskan Rp100 miliar. Jadi bantuan pusat yang sudah pasti, baru dana untuk kegiatan penyelenggaraan ini, yaitu Rp150 miliar
Di tempat yang sama, Ketua Rombongan Panja Persiapan PON 2012 Utut Adianto berjanji akan mengupayakan bantuan pusat lebih besar untuk penyelenggaraan PON ini. Soalnya, dibandingkan dengan pelaksanaan Sea Games di Palembang, jumlah cabang olahraga dan atlet yang bertanding hampair sama. Sementara, bantuan APBN untuk Sea-Games tersebut jauh lebih besar yaitu Rp2,1 triliun.
Begitu juga jika dibandingkan dengan bantuan APBN untuk penyelenggaraan PON di Kalimantan Timur. Utut menyampaikan perbandingan jumlah atlet dan official hanya sekitar 800 orang. Dimana untuk PON di Kaltim jumlahnya 11.192 dan PON di Riau 10.941 orang dengan perbandingan cabang olahraga 43 (Kaltim) dan 39 cabang (Riau).
"Nah, untuk PON di Kaltim ini total bantuan APBN juga lebih besar dari Riau. Kita akan perjuangkan ini karena event ini merupakan hajat nasional. Apalagi ketika berkunjung bulan Nopembver lalu, persiapan Riau sudah sangat baik. Karena itu, sudah seharusnya kita membantu menggolkan usulan Riau ini," janji Utut.
Klaim Dapat Rp1 Triliun
Sebelumnya dalam rilis Pemrov Riau disebutkan upaya Pemerintah Provinsi Riau merebut Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 membuahkan hasil positif. Ini terlihat dari suport Pemerintah Pusat mencapai Rp1 Triliun untuk mendukung berbagai aspek penunjang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
Kabar positif tersebut diungkapkan Gubernur Riau DR HM Rusli Zainal SE, MP (RZ) dalam rilis yang disampaikan kepada Haluan Riau, Kamis (2/2). Menurutnya, suport pemerintah pusat tersebut terbagi beberapa sektor yang dikembangkan instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Alokasi dana tersebut untuk pengembangan venus yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga, pengembangan infrastruktur penunjang PON yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum. Selain itu, peruntukannya juga untuk mendukung penyelenggaraan PON September mendatang.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau, Lukman Abas. Menurutnya, suport dari pemerintah pusat sangat membantu dalam menggesa pengerjaan venus yang sedang dilaksanakan. Hanya saja, dia belum dapat memberikan keterangan secara detail tentang peruntukan dana tersebut. Namun sebagai gambaran, suport tersebut lebih kepada penunjang pelaksanaan PON ke XVIII
Humas PB PON, Chairul Riski kepada wartawan mengatakan, suport Pemerintah Pusat melalui APBN tahun 2012 itu merupakan bukti perhatian terhadap pelaksanaan iven olahraga berskala nasional itu. Ini juga menjadi bukti bahwa peruntukkan dana atas dipercayakannya Riau sebagai tuan rumah PON tidak hanya dari APBD, tetapi juga dari suport APBN.
Saat ditanyakan mengenai besaran APBN yang dialokasikan ditahun 2012, dia mengatakan untuk Dinas PU mencapai Rp460 miliar, Dispora Rp290 miliar, PB PON Rp100 miliar lebih dan beberapa hal teknis lainnya. Menurutnya, dengan suport tersebut, pelaksanaan persiapan dan sarana penunjang dapat digesa penyelesaiannya. Sehingga terget catur sukses PON dapat direalisasikan.[mor]