Kamis, 17 Mei 2012
Follow Us: Facebook twitter
Ribuan Unggas Mati, Dinkes Bagikan Desinfektan
Headline
IST
Oleh: Media Kalimantan
sindikasi - Sabtu, 11 Februari 2012 | 04:20 WIB

INILAH.COM, Pulang Pisau - Kabupaten Pulang Pisau akhirnya positif terserang virus H5N1 atau yang lebih populer disebut dengan flu burung.

Hal itu setelah ribuan ekor ayam kampung dan ayam potong mati mendadak di di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir dan Desa Bawan, Kecamatan Banama Tinggang.

Kejadian flu burung yang terjadi secara sporadis ini sudah pernah terjadi pada tahun 2010 lalu di lokasi yang sama, dengan jumlah unggas yang mati mencapai ribuan ekor juga.

“Kejadian ayam mati mendadak ini terjadi pada 19 sampai dengan 24 Januari 2012 di dua desa yaitu Desa Bawan dan Desa Mantaren II dengan jumlah mencapai seribu ekor lebih,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pulang Pisau Ir Juman kemarin kepada MK.

Walaupun pada Februari sudah tidak ada lagi ayam yang mati secara mendadak dalam jumlah besar, namun Distanak Pulpis tetap mewaspadai jika muncul lagi virus flu burung. Pihaknya pun membagikan desinfektan yang digunakan untuk penyemprotan kandang ayam dan kandang ternak unggas lainnya.

“Antisipasi sejak dini memang perlu dilakukan guna pencegahan agar tidak meluas dengan melakukan pembagian desinfektan sebanyak 100 liter yang di sebarkan ke delapan kecamatan Kabupaten Pulang Pisau,” jelasnya.

Diduga kuat, penyebaran virus flu burung ini terjadi pada pengumpul ayam yang dibeli dari luar daerah. Selain itu penyebaran virus flu burung melalui angin sebab kandang ayam di Desa Mantaren II sangat berdekatan dengan jalan lintas provinsi poros selatan.

Namun demikian, Juman memastikan virus flu burung belum menyerang kepada manusia. Untuk mengantisipasi penyeberan virus ini kepada manusia, sambungnya, yang harus diperhatikan adalah daging ayam yang akan dikonsumsi harus dibersihkan terlebih dahulu dan juga dimasak sampai matang.

Selain itu, ketika melakukan kontak langsung dengan ternak unggas jenis ayam harus menggunakan masker atau penutup muka dan juga menggunakan sarung tangan, dan jangan lupa mencuci tangan setelah selesai kontak langsung dengan unggas dimaksud ketika di daerah tersebut terindikasi terserang virus flu burung.

Sementara itu, Kepala Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir Anton Supardi membenarkan jika virus flu burung pada Januari 2012 sudah menyerang desanya, itu dibuktikan dengan matinya ratusan ayam secara mendadak. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.