Kamis, 17 Mei 2012
Follow Us: Facebook twitter
Kepala Puskesmas Tak Izinkan Ambulans Bawa Jenazah
Headline
Foto : ilustrasi
Oleh: Media Sultra
sindikasi - Jumat, 10 Februari 2012 | 22:50 WIB

INILAH.COM, Kendari - Kepala Puskesmas Abeli, dr. Nanda, bertingkah, dengan melarang mobil ambulans milik puskesmas setempat mengantar jenazah pasien, yang meninggal di puskesmas tersebut pada Kamis malam (9/2), sekitar pukul 21.00 wita.

Alasan yang dikemukakan Nanda, untuk menggunakan mobil tersebut, harus seijin atasannya. Namun tidak jelas siapa atasannya yang dimaksud.

Kendati didesak oleh keluarga pasien menanyakan siapa atasan yang dimaksud, ia tetap tidak menyebutkan. Bahkan ia sempat membanting meja di depan keluarga pasien bahwa mobil tersebut tidak diizinkan untuk digunakan mengantar jenazah.

“Kita sudah memohon berkali-kali tapi tidak diizinkan, padahal kita mampu bayar berapa saja yang diminta, alasannya harus izin atasan,” kata Jaba, salah satu kerabat pasien.

Menurut Nurlaela, warga sekitar, mobil ambulance tersebut memang jarang bahkan tidak pernah digunakan untuk mengantar pasien. Salah satu buktinya, kerabat keluarga Jaba, yang minta jenazahnya diantar di rumah duka dengan jarak sekitar satu kilometer dengan puskesmas, juga tidak diizinkan.

“Memang itu mobil dari dulu begitu, tidak pernah mau kalau melayani pasien,” kata Nurlela.

Beberapa warga setempat bahkan sempat berniat membakar mobil ambulans tersebut. Namun salah satu seorang masyarakat Lapulu meredam aksi mereka.

Pihak puskesmas Abeli, yang didatangi Media Sultra, pada Jumat pagi, tak satupun yang bersedia memberikan komentar dengan alasan harus pimpinan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, dr. Maryam Rutfiah, yang dihubungi Media Sultra, melalui teleponnya, Jumat (10/2), sekitar pukul 11.00 wita, membantah jika penggunaan mobil ambulans tersebut harus melalui proses izin seperti yang dialami keluarga Jaba.

“Memang itu milik Puskesmas, tapi siapapun berhak pakai, jangankan masyarakat situ, masyarakat luar saja bisa pakai itu,” kata Maryam, sambil berjanji akan segera memanggil Kepala Puskesmas Abeli.

Sekitar pukul 15.00 Wita, Kadis Kesehatan Kota Kendari, mengakui, Kepala Puskesmas Abeli sudah datang menemui dirinya, dan meminta maaf serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.