INILAH.COM, Tenggarong – Keinginan warga Kukar pengguna jasa feri penyeberangan KMP Billi dan KMP Kerapu agar tidak dipungut biaya alias digratiskan, akhirnya terpenuhi.
Sebelumnya, tersiar wacana bahwa pengguna feri resmi yang beroperasi di Sungai Mahakam, pasca runtuhnya Jermbatan Mahakam II itu akan dikenakan tarif.
Bupati Kukar Rita Widyasari mengatakan, KMP Billi dan Kerapu tetap akan digratiskan hingga jembatan baru sebagai pengganti jembatan yang runtuh akhir November lalu itu selesai dibangun.
Dana operasional kedua kapal feri yang beroperasi sejak 13 Desember 2012 itu akan ditanggung sepenuhnya oleh Kementrian Perhubungan dan Pemkab Kukar.
“Kapal feri Kerapu dan Bili akan digratiskan sampai jembatan terbangun,” kata Rita.
Sekadar diketahui, sebelumnya memang sempat tersiar kabar bahwa pengguna kapal feri tersebut akan dikenakan tarik sebesar Rp50 ribu untuk roda empat dan Rp2.500 untuk roda dua.
Jika tarif ini diterapkan, maka harganya dipastikan tertalu mahal. Sebagai perbandingan, untuk feri tradisional atau kapal kayu yang beroperasi disekitar kelurahan Baru, Sukarame dan Mangkurawang hanya mengenalkan tariff Rp25 ribu untuk mengangkut kendaraan roda empat dan Rp2 ribu untuk roda dua.
Selain itu, guna mendukung aktifitas sehari-hari untuk menyeberangi Sungai Mahakam, Rita juga rencananya akan mengoperasikan satu kapal kayu milik pribadi dalam waktu dekat. Kapal tersebut akan beroperasi setiap hari dan penumpangnya tak akan dikenakan tarif. [mor]