INILAH.COM,Penajam –Gara-gara dimarahi oleh orangtuanya, Nufita Indah Sari (10) murid kelas IV SD di Kelurahan Sotek Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara, nekad gantung diri.
Gadis kecil itu menggantung dirinya menggunakan kain jarik pada tiang dinding rumahnya.
Kapolres PPU AKBP Sugeng Utomo melalui Kasubag Humas AKP Jamaluddin, mengatakan, kasus bunuh diri tersebut terungkap ketika ibu korban sekitar jam 12.00 siang pulang ke rumah di RT 012 Kelurahan Sotek. Saat itu ia mendapati anaknya sudah tidak bernyawa tergantung di tiang salah satu dinding rumah dengan leher terlilit kain jarik.
“Ibu korban kaget dan syok. Kemudian memanggil bapak korban yang ketika itu juga sedang berada bekerja di luar rumah,”katanya.
Kasus bunuh diri ini, lanjutnya, oleh bapak korban langsung dilaporkan ke Polsek Penajam dan kemudian sejumlah petugas bergegas menuju tempat kejadian untuk melakukan olah TKP. Setelah semua bukti dinilai lengkap dikumpulkan termasuk menjadikan jarik yang dugunakan untuk bunuh diri sebagai barang bukti, akhirnya korban pada siang hari dimakamkan oleh pihak keluarga.
Ia membeberkan, dari keterangan orangtua korban, kejadian bunuh diri ini dipicu oleh kemarahan orangtua korban kepada korban. Pada Selasa malam lalu korban dimarahi karena ketahuan mengutil uang Rp100 ribu milik orangtuanya sebelum ia pergi latihan bela diri. Karena kepergok, Nufita dimarahi orangtuanya.
“Namun pada esok harinya, korban masih sakit hati akibat dimarahi orangtuangnya. Korban akhirnya nekad gantung diri. Perbuatan itu dilakukan korban ketika dirinya ditinggal sendiri di dalam rumah oleh kedua orangtuanya. Kasus ini murni bunuh diri. Hal itu diperkuat dari beberapa bukti di TKP dan jasad korban,”pungkasnya. [mor]