INILAH.COM, Samarinda – Bagi Gubernur Awang Faroek, para orang Rusia sebaiknya tidak hanya membangun rel kereta api (KA) saja di Kaltim.
Setelah Pemprov Kaltim menandatangani dengan Kalimantan Rail PTE Ltd pada 7 Februari lalu di Jakarta, kini Awang menantang mereka membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kaltim.
"Saya menantang investor Rusia untuk membangun PLTN di Kaltim. Jadi tidak hanya membangun rel kereta api, tapi yang lain-lain juga bisa. Hal itu justru disambut positif Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov. Sebab Kaltim menjadi provinsi pelopor pembebasan lahan dan investasi terbesar di Indonesia. Mana ada daerah lain yang memiliki nilai investasi sebesar Rp21,5 triliun (untuk KA, Red.)," terang Awang Faroek kemarin.
Terkait obsesi yang telah lama ingin dikembangkannya itu, Awang justru mengaku sangat siap jika teknologi nuklir dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik di Kaltim. Sebab, teknologi yang menggunakan uranium itu telah digunakan pada teknologi pertanian, kesehatan dan industri. Sehingga tak bermasalah jika digunakan sebagai energi pembangkit listrik.
"Yang namanya nuklir itu sudah dimanfaatkan untuk kesehatan, pertanian dan industri. Kalau ditambah lagi untuk energi, kenapa tidak? Kaltim ini bebas gempa. Kemudian saat saya duduk di kursi DPR RI pernah menjadi Panitia Khusus Ketenaga Nukliran. Kita sudah ketinggalan, karena sejumlah negara sudah menikmati manfaat nuklir dan sangat aman," katanya.
Bahkan, PLTN di Jepang dan Prancis telah dikunjungi dan terbukti penggunaan teknologi nuklir sangat aman dan tak mencemari lingkungan. Terbukti dengan penerapan teknologi nuklir di sejumlah negara tak berdampak negatif jika berkaca pada PLTN Fukushima Jepang yang menimbulkan radiasi nuklir akibat tsunami justru dibantah dengan tidak adanya korban jiwa akibat radiasi tersebut.
"Fukushima Jepang saja tidak ada masalah, mana ada korban? Untuk sumber bahan baku uranium yang tidak ada di Kaltim tentu akan didatangkan dari daerah lain. Jangan sampai Kaltim kalah dengan Bangka Belitung yang sudah mulai dibangun PLTN di Indonesia, jika investor Rusia berminat akan segera cari lahan dan daerah yang tepat untuk PLTN di Kaltim," ungkapnya.
Pada akhir tahun lalu Kepala Badan Perizinan mengungkapkan, Penanaman Modal dan Investasi Daerah (BPPMD) Kaltim HM Yadi Rabian Noor mengatakan Rusia memang berniat membangun PLTN di Kaltim. Pasalnya, topografi dan geografis Kaltim tak berpotensi terjadi gempa dan aman untuk dibangun PLTN.
“Investor Rusia sudah siap untuk berinvestasi membangun PLTN di Kaltim karena Kaltim tidak terkena dampak dan tak berpotensi gempa. Selain itu, investor mereka juga berminat membuat pabrik pengolahan limbah sampah menjadi tenaga listrik. Meski belum bisa disebutkan angka investasi itu, tapi minat mereka sudah ada, tergantung kebijakan Gubernur saja,” kata Yadi.
Bahkan, pengusaha asal Rusia dijadwalkan akan melakukan presentasi di hadapan Gubernur terkait kesiapan mereka menanamkan modal di Kaltim dibarengi dengan kompensasi yang mereka inginkan dari sumber daya alam Kaltim. [mor]