INILAH.COM, Bagan Siapi-api - Sebanyak delapan orang pegawai negeri sipil dan honorer Rumah Sakit Umum Daerah dr Pratomo, Bagan Siapiapi melakukan tes urine.
Hal itu dilakukan Polsek Bangko karena mereka diduga menggunakan narkoba ketika ditangkap beberapa waktu lalu.
Kasat Narkoba Polres Rohil, AKP L Simatupang, ketika dikonfirmasi membenarkan penangkapan delapan tersangka pegawai dan honorer rumah sakit umum daerah.
"Ya, mereka sudah tes urine, hasilnya sedang berjalan," ujarnya.
Direktur RSUD, NIna Elvita ketika dihubungi secara terpisah mengatakan, bahwa atas kejadian tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan internal terhadap pegawai dan honorernya.
Di samping itu, dilakukan upaya peningkatan disiplin kerja yang lebih maksimal, dengan harapan kasus yang sama tidak terulang kembali. Ia menilai, pokok permasalahannya karena kurangnya komunikasi dengan pihak keluarga, sehingga terjerat ke ranah hukum
"Mudah-mudahan kedepan tidak lagi, siapa sih yang mau demikian. Kita sendiri juga tidak mengetahui secara pasti persoalan yang dihadapi mereka. Kalau saya pikir bisa saja persoalan kurang lancarnya komunikasi dengan keluarga, sehingga terlibat dengan kasus hukum," jelasnya.
Ia berjanji akan memperketat pengawasan terhadap pegawainya, Sekaligus memberikan masukan dan saran agar bawahannya dapat menerapkan budaya kerja yang lebih baik. Ke depannya, akan lebih selektif lagi terhadap pegawai, artinya pegawai harus punya integritas terhadap pekerjaan.
"Kalau ingin bekerja lebih baik, seharusnya pegawai punya budaya kerja yang tinggi, kemudian dapat bertanggung jawab terhadap pekerjaan serta integritas terhadap pekerjaan," imbuhnya. [mor]