INILAH.COM, Padang - Polisi menggulung sindikat pencurian kendaraan bermotor yang terkenal sadis di Aur Duri, Padang Timur, Rabu (8/2) sekitar pukul 22.00 WIB.
Para tersangka masing-masing Rafi (17), warga Alang Laweh, Nando (19) yang beralamat di Aur Duri, Aredian (19) asal Ulak Karang, Riki (20) warga Aur Duri, dan Dedi (26) yang beralat di Simpang Aru.
Dari tangan lima tersangka ini, Jajaran Satuan Reskrim Polresta Padang menyita empat motor, kunci T, dan sejumlah spare part.
Kelompok ini dikenal sadis dalam beraksi, dan tak tak segan-segan melukai, jika aksinya diketahui korban. Tersangka Rafi diduga sebagai gembong sindikat tersebut. Ia dan Nando juga residivis dalam kasus yang sama.
Awalnya polisi menciduk Rafi di Aur Duri. Dari keterangannyalah, petugas menemukan keberadaan kelompoknya.
Kapolresta Padang Kombes Pol. Moch Seno Putro didampingi Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhy mengatakan, selain kasus pencurian motor, mereka diduga kuat terlibat kasus kekerasan. Mereka sebelumnya juga telah diincar polisi. “Diduga masih ada jaringan lainnya. Untuk itu, kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk membongkarnya,” kata Seno.
Dalam pemeriksaan terungkap, pelaku menjual hasil curian ke berbagai daerah di luar Kota Padang. Kelima tersangka yang ditangkap hanya bertugas mencari sepeda motor. Kemudian diberikan kepada pelaku yang masih buron untuk di jual ke luar Kota Padang.
Sepeda motor yang mereka curi dijual dengan harga beragam. Yamaha Vixion saja mereka jual dengan hargaRp5 juta. Sedangkan motor bebek lainnya dijual dari harga Rp2 hingga Rp3 juta. Kuat dugaan hasil curian itu dijual ke daerah Solok dan Pasaman.
Pengakuan tersangka, kebanyakan mencuri sepeda motor di wilayah Padang Utara dan Koto Tangah. Mereka memilih wilayah tersebut karena lokasi untuk kabur cukup banyak. “Kami tidak main-main terhadap pelaku curanmor. Bagi pelaku yang tertangkap akan kita tindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga berharap kepada masyarakat agar lebih berwaspada dan berhati-hati terhadap barang kesayangannya, sehingga tidak ada lagi peristiwa curanmor yang cukup marak di Kota Padang,” lanjut Kapolres.
Sementara Rafi menyebutkan, dia bersama empat rekannya sudah beberapa kali melakukan pencurian di Kota Padang. “Kami berlima memang jaringan Curanmor di Kota Padang, dan selalu bersama-sama melakukan aksi pencurian,” kata Rafi.
Setiap melakukan aksi kata Rafi, selalu membawa senjata tajam jenis pisau yang disimpan di dalam baju. Hal ini dilakukan, jika tertangkap tangan oleh korban atau warga, tanpa perhitungan mereka bisa melukai nyawa lawan. “Dari pada tertangkap, tentu kita melukai korban dengan pisau, untuk menghilangkan jejak,” lanjut Rafi.
Dugaan sementara kelompok ini sudah puluhan kali beraksi di sejumlah lokasi di Kota Padang. “Kita masih terus mengembangkan penyelidikan,” lanjut seno. [ton]