INILAH.COM, Pesawaran - Kabupaten Pesawaran, untuk kesekian kali, dikunjungi aksi massa. Kemarin, ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pesawaran (AMPP), menggelar aksi unjuk rasa, di halaman Kantor DPRD Pesawaran, mendesak DPRD melakukan pembahasan RAPBD Pesawaran Tahun Anggaran (TA) 2012.
Dalam orasinya, massa menuding, sejumlah Anggota DPRD Pesawaran sengaja menunda, dan menghambat pembahasan RAPBD TA. 2012, karena kepentingan politik. Bahkan, ada dugaan, sejumlah Anggota Banang meminta Fee (imbalan) atas pembahasan RAPBD TA. 2012.
Aksi kemarin, sejumlah Massa AMPP melakukan sweeping ke kediaman salah satu Anggota DPRD Pesawaran, Sugeng, di Desa Bogorejo Gedongtataan. Massa hendak menjemput Sugeng untuk dibawa ke gedung dewan, agar melakukan pembahasan anggaran. Namun, diduga, Sugeng sudah mengetahui rencana tersebut. Ia berhasil kabur dari rumahnya.
Di lingkungan Kantor DPRD, massa juga berteriak lantang, meminta Badan Anggaran (Banang) segera melakukan pembahasan RAPBD 2012. Tak hanya itu, massa juga menghujat M. Nasir, salah satu Anggota Banang DPRD, yang juga ketua DPC PDI-P Pesawaran, karena dianggap mempolitisasi situasi, sehingga Banang enggan melakukan pembahasan.
“Kami minta pertanggungjawaban M. Nasir yang membawa massa dari luar Pesawaran, berdemo dan berbuat anarkis di kabupaten ini. Kami ini bukan bayaran, murni masyarakat Pesawaran yang peduli sama kabupaten ini, kami tidak mau massa dari luar masuk dan membuat ulah di Kabupaten Pesawaran,” teriak Fabian Jaya, koordinator aksi massa, dalam orasinya, di halaman Kantor DPRD Pesawaran, Kamis (9/2).
Fabian menilai, sikap Anggota Banang sudah sangat keterlaluan. Imbas RAPBD belum tuntas, kata dia, sejumlah kegiatan Pemkab Pesawaran tidak bisa dilaksanakan, seperti gaji pegawai, bahkan listrik di sejumlah satuan kerja terancam diputus.
Bahkan, AMPP menduga, sejumlah Anggota Banang belum membahas RAPBD TA. 2012, karena meminta Fee (imbalan). “Polisi, tangkap dan adili oknum dewan pengkhianat Pesawaran,” teriak Fabian
Aksi massa AMPP ini merupakan kali ketiga, dengan tuntutan yang sama. Menurut Fabian, aksi demo kemarin, menindaklanjuti aksi sebelumnya, menuntut janji Ketua DPRD yang sebelumnya meminta waktu satu Minggu untuk menuntaskan pembahasan RAPBD.
Puas berorasi, sejumlah perwakilan massa akhirnya diterima Ketua DPRD Pesawaran, Toto Sumirat, di gedung DPRD Pesawaran.
Dalam pertemuan itu, Fabian Jaya kembali menagih janji DPRD pembahasan RAPBD Pesawaran TA. 2012. Toto Sumirat, untuk kesekian kali, kembali berjanji akan menuntaskan pembahasan itu Senin depan. Jika tak juga tuntas, ia mempersilakan bupati menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) RAPBD TA. 2012.
"Saya sudah tiga kali mendapat surat dari Bupati Pesawaran terkait kepastian pembahasan RAPBD. Saya meminta waktu hingga Senin lusa, jika Banang tak juga membahas, proses pembahasan dihentikan saja, dan bupati silakan membuat Perbup,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Asisten II Setkab Pesawaran, Fredi menjelaskan, saat ini Kabupaten Pesawaran sudah memasuki masa penundaan. Hal ini disebabkan sikap Banang yang tidak juga melakukan pembahasan.
"Kita dari pihak eksekutif sudah siap melakukan pembahasan, karena ini sudah masuk masa penundaan, gubernur juga sudah mengirimkan surat peringatan kepada kita," keluh Fredi. [mor]