INILAH.COM, Sanggau - Sekitar pukul 12.00 WIB, pada Kamis (9/2), warga kota Sanggau dihebohkan dengan peristiwa ledakan sebuah tabung pemanas air yang bersumber dari Sanggau Permai Hotel (SPH), di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Ilir Kota.
Ledakan tersebut membuat seisi hotel panik dan berhamburan ke luar hotel untuk menyelamatkan diri. Namun, nasib naas yang dialami dua orang warga Kota Pontianak yang baru saja cek in di hotel tersebut.
Mereka adalah Yaniar Ardian (43) dan Ramhad Ali Akbar (23) asal Kelurahan Sungai Bangkong, Gang P. Natakusuma H. Ali.
Yaniar mengalami luka paling parah dan dirawat di RSUD Sanggau dengan kondisi kritis. Sementara itu, Ramhad Ali Akbar, hanya mengalami luka pada pagian belakang.
Akibat ledakan dahsyat itu, dua kamar di lantai dasar, yakni Kamar Mawar dan Kenanga hancur berantakan. Bukan itu saja, dinding hotel yang terbuat dari semen dan atap hotel, berlubang.
Tabung yang sebelumnya berada di luar kamar hotel, melambung dan melayang sejauh lebih kurang 250 meter dari lokasi kejadian dan menimpa sebuah rumah milik H. Abang Djuani.
Akibatnya, rumah guru SMP Negeri 2 Sanggau itu mengalami rusak pada atap bagian belakang.
Kapolres Sanggau, AKBP. Winarto ketika dimintai komentarnya, menjelaskan, sejumlah petugas langsung diterjunkan untuk melakukan olah TKP.
Setelah memeriksa TKP, dia menyimpulkan sementara bahwa ledakan itu disebabkan oleh tabung pemanas air hotel.
“Kita sedang lakukan identifikasi dan olah TKP serta melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kapolda Kalbar dan Tim Gegana dan Labfor juga sedang meninjau lokasi. Apa penyebab pastinya, nanti kita tunggu hasil penyelidikan,”
Sekitar pukul 15.30 WIB, Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Unggung Cahyono tiba di lokasi kejadian dan langsung meninjau TKP, guna melihat tingkat kerusakan akibat ledakan dahsyat itu. Termasuk meminta penjelasan dari pemilik hotel, H. Munawar yang masih terlihat shock akibat kejadian tersebut.
Kapolda, selain meninjau lokasi kerusakan hotel, juga meninjau ke tempat jatuhnya tabung yang melayang, serta melihat korban di RSUD Sanggau.
Kapolda menjelaskan, dugaan sementara ledakan berasal dari tabung pemanas air. Dikatakannya juga, tabung pemanas air yang meledak itu usianya juga sudah mencapai 10 tahun.
“Tim Gegana dan Labfor sedang meluncur ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan itu, ” ujar Kapolda, Kamis sore. Sekitar pukul 19.41 WIB, korban atasnama Yaniar Ardian meninggal setelah sebelumnya dirawat di RSUD. [mor]