Kamis, 17 Mei 2012
Follow Us: Facebook twitter
Pengalihan Rel KA Tak Pengaruhi Proses Lelang
Headline
Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang - foto:Ist
Oleh: Media Kalimantan
sindikasi - Jumat, 10 Februari 2012 | 02:00 WIB

INILAH.COM, Palangkaraya - Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengungkapkan, meskipun pemerintah pusat telah menggeserkan trase jalur Kereta Api Puruk Cahu - Bangkuang.

Namun pengalihan trase tersebut tidak akan mempengaruhi proses lelang jalur KA sepanjang 185 Km tersebut.

Teras Narang yang menggelar jumpa pers di ruang Hasupa menegaskan, jika pembangunan Rel KA di Kalteng tetap berjalan. Meskipun, akan ada rencana pemindahan trase dari rencana semula.

Pemindahan trase tersebut sudah dikoordinasikan antara Pemerintah Provinsi Kalteng bersama dengan Ditjen Perkeretaapian Indonesia.

"Kita sudah melakukan rapat, memang ada pengalihan trase jalur KA, tetapi tidak berpengaruh pada proses lelang," ujarnya.

Selain itu, Teras juga membantah, jika kedatangan ditjen perkeretaapian adalah membahas penembusan jalur KA Kaltim-Kalteng. Karena, yang dibicarakan adalah pemindahan trase jalur agar memudahkan pembangunan Rel KA dan sedikit agak menjauh dari sungai tergantung dengan kedalaman tanah yang dilewati.

Menurut Teras, proses pembangunan Rel KA sendiri sudah berjalan, dan April mendatang para investor yang terdiri dari 4 konsorsium akan mengajukan request for profosal (RFP).

Dari RFP tersebut, nanti akan dilakukan penilaian siapa yang penawarannya paling menguntungkan dan kerjasama bermanfaat untuk Kalteng, kemungkinan akan menang dalam proses lelang.

Dikatakan, pemprov sendiri telah menargetkan awal tahun 2013 mendatang setelah ada pemenang lelang, pembangunan Rel KA tersebut bisa segera dimulai. Pembangunan sendiri diperkirakan akan memakan waktu hingga 2 tahun dengan pengelolaan operasional kerjasama.

"Ini kerjasama antara pemerintah dengan swasta, sehingga dalam operasionalnya ada hitung-hitungan untuk pendapatan asli daerah," ujar Teras.

Rencana pembangunan Rel KA sendiri sudah dimulai sejak tahun 2008, dimana prosesnya sudah berjalan dengan jumlah peserta lelang mencapai 16 perusahaan konsorsium. Setelah melalui berbagai proses, dari 16 perusahaan tersebut tersisa 4 perusahaan yang berhak mengajukan RFP. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
balinga
Senin, 16 April 2012 | 16:22 WIB
maju terus kaltengku,krn sdh trlalu cukup bnyak kekayaan alam mu di rampas org di bawa ke seberang,tabe isen mulang....
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.