INILAH.COM, Banjarmasin - Kantor Kas Bank Kalsel di lingkungan Kantor Walikota Banjarmasin dirampok tiga kawanan penjahat, Kamis (9/2) siang sekitar pukul 11.30 Wita.
Salah seorang perampok adalah satpam yang sehari-hari bertugas di Kantor Kas Bank Kalsel itu sendiri, bernama M Bakti Firmansyah. Uang sebanyak Rp 700 juta pun berhasil dibawa kabur.
Peristiwa perampokan di siang bolong ini baru diketahui pegawai di lingkungan Kantor Walikota yang terletak di Jalan R.E Martadinata itu setelah Mobil Ford Ranger warna hitam dengan nomor polisi DA 234 BP memasuki lingkungan kantor.
Sigap saja sejumlah pasukan berseragam coklat membawa senjata laras panjang turun dari mobil tersebut. Semula, pegawai yang tengah bekerja sempat dibuat panik dan bertanya-tanya.
Pasukan bersenjata api tadi langsung masuk kedalam Kantor Kas Bank Kalsel yang letaknya satu halaman dengan kantor Walikota Banjarmasin. Sejumlah pegawai baru mengetahui kalau di dalam Kantor Kas Bank Kalsel itu ada seorang perempuan bernama Mayang Miranti yang disekap dengan lakban.
Dari Mayang, satu-satunya teller Kantor Kas Bank Kalsel, inilah petugas mendapat laporan bahwa telah terjadi perampokan. Mayang yang berhasil melepaskan sekapan pelaku, kemudian menghubungi suaminya kalau dirinya baru saja dirampok oleh seorang security kantor Kas Bank Kalsel itu sendiri, yakni M Bhakti Firmansyah. Suasana semakin panik saat diketahui pelaku berhasil menggasak uang sekitar Rp700 juta.
Puluhan pegawai kantor Pemko yang tadinya berada dalam ruangan langsung berhamburan keluar guna melihat keadaan.
Berdasar informasi yang dihimpun Media Kalimantan, peristiwa perampokan terjadi pada saat jam istirahat sekitar pukul 11.30 Wita.
Saat itu Kantor Kas Bank Kalsel tidak ada nasabah, hanya dua orang yang ada di dalam, yakni Mayang yang bertugas sebagai teller, dan Bhakti Firmansyah yang sehari-hari adalah satpam di bank tersebut.
Sepertinya Bhakti memang sudah merencanakan perampokan itu. Di saat keadaan sepi, seorang teman Bhakti masuk. Mereka berdua langsung membekap Mayang yang tengah mengumpulkan uang ratusan juta rupiah.
Selanjutnya tangan dan mulut Mayang diikat dengan lakban. Kedua pelaku langsung menguras uang sekitar Rp700 juta. Tanpa menimbulkan kecurigaan, keduanya kemudian keluar Kantor Kas Bank Kalsel menuju sebuah mobil X Over warna hitam yang telah menunggu di depan bank. Diperkirakan, satu pelaku lainnya sudah menunggu di mobil itu. Cepat saja, mereka langsung kabur.
Sementara itu, upaya Mayang melepaskan diri dari ikatan lakban akhirnya berhasil. Ia langsung menghubungi suaminya dan Manajeman Bank Kalsel Pusat. Hanya hitungan menit, suami Mayang datang diiringai pegawai bank dan mobil ranger berisi pasukan bersenjata lengkap.
Peristiwa perampokan itu langsung tersebar, dan mengumuman pelakunya adalah M Bhakti Firmansyah, yang merupakan security bank tersebut, bersama dua pelaku lainnya yang belum diketahui. Berdasarkan informasi, Bhakti Firmansyah merupakan karyawan outshortsing PT Yaza Pratama.
“Pelaku sudah sekitar 1 tahun bekerja sebagai satpam di Bank Kalsel, tapi dia merupakan karyawan outshortsing,” ujar M Sidi Romi, seorang security yang bertugas di Bank Kalsel Pusat.
Ia menyebutkan, pelaku sempat terekam CCTV sekitar lima menit sebelum memotong kabel koneksi perekam. Diduga, rencana perampokan yang dilakukan pelaku sudah tersusun dengan rapi. Pasalnya pelaku mengajak dua temannya dalam melakukan aksi.
“Dari informasi yang kita dapat, pelaku lebih dari satu orang. Memang Bhakti yang mengambil uang di teller. Setelah itu pelaku langsung masuk ke dalam mobil X Over warna hitam dan langsung kabur,” sebut Romi.
Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Suharyono yang langsung turun ke tempat kejadian mengatakan, pelaku sudah terindikasi dan aksi perampokan dibenarkan lebih dari satu orang. Sampai berita ini diturunkan pelaku masih dalam pengejaran.
“Kita sudah melakukan identifikasi di dalam bank. Saya sendiri akan ganti baju untuk ikut melakukan pengejaran terhadap tersangka yang berinisial B dan X. Rekaman CCTV sudah kita lihat dan bisa menjadi petunjuk,” kata Suharyono.
Disampaikan Suharyono, pelaku tidak langsung mengurasi isi uang yang berada di dalam tas teller, ada sekitar Rp9 juta yang tersisa. Uang tersebut tidak sempat dibawa kabur diduga waktu yang dimanfaatkan pelaku tidak cukup.
“Peristiwa ini dimanfaatkan pelaku lantaran bank dalam keadaan sepi karena memang dalam jam isrirahat, ditambah suasana hujan. Pelaku bekerja dengan cepat hingga terekam CCTV hanya sekitar lima menit,”sebut Suharyono.
Sementara itu, Walikota Banjarmasin H Muhidin yang datang ke tempat kejadian mengungkapkan, perampokan ini menjadi pelajaran kepada Bank Kalsel. Pasalnya, uang senilai ratusan juta tidak tersimpan dalam brankas, hanya disimpan di dalam tas.
“Kita akan menguslkan pengamanan di bank ini lebih ditingkatkan, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Mestinya uang sebanyak itu harus tersimpan dalam brankas,” katanya.
Muhidin mengakui, uang yang dibawa kabur pelaku itu bukan uang kas pegawai Pemkot. Menurutnya, ini adalah kantor kas Bank Kalsel yang memang berada di lingkungan Pemkot Banjarmasin. [mor]