INILAH.COM, Padang - Meski telah dibuka pendaftaran penyaringan bakal calon (balon) Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) periode 2012-2016 semenjak 30 Januari 2012 lalu, namun para kandidat rektor tampaknya masih “malu-malu kucing” dan saling menunggu. Hingga Rabu (8/2) kemarin, belum ada satupun balon rektor yang mendaftar ke panitia.
Sejumlah kalangan sivitas akademika UNP memprediksi, balon rektor itu baru akan bermunculan mendekati batas akhir pendaftaran 14 Februari 2012 mendatang. Artinya, masih ada beberapa hari lagi buat balon rektor untuk berpikir-pikir apakah akan serius untuk ikut bertarung menjadi orang nomor satu di UNP.
Meski belum ada yang mendaftar, namun saat ini ada beberapa nama yang telah mengapung, di antaranya Pembantu Rektor (PR) I UNP Prof. Dr. Phil Yanuar Kiram, mantan Dekan Fakultas Ekonomi (FE) UNP Prof. Dr. Syamsul Amar, MS dan Dekan Fakultas Tekhnik (FT) UNP Drs. Ganefri M.Pd, P.Si. Namun sederetan nama itu tampaknya masih belum mau unjuk diri untuk memproklamirkan diri.
Dalam proses pendaftaran balon rektor, Humas UNP Amril Amir mengungkapkan, balon rektor dipilih mulai dari tingkat jurusan yang diajukan ke tingkat fakultas. Para balon selanjutnya akan disaring di tingkat fakultas, sebelum mengajukan calon utusan fakultas ke tingkat universitas.
“Ada sekitar 70 orang anggota senat UNP yang memiliki hak suara dalam pemilihan. Anggota senat itu merupakan guru besar UNP ditambah utusan seluruh fakultas di UNP,” ujar Amril Amir kepada Haluan, Rabu (8/2).
Terkait dengan jadwal agenda pemilihan balon rektor, Amril Amir menjelaskan, setelah penyaringan balon rektor ditutup pada 14 Februari 2012 mendatang, maka para balon rektor itu akan mengajukan surat pernyataan atas kesediaan sebagai balon rektor yang dilengkapi dengan pengumpulan curriculum vitae (CV), dalam rentang waktu tanggal 15 hingga 21 Pebruari 2012.
Setelah melewati masa itu, balon rektor diberi waktu panjang dari tanggal 22 Pebruari 2012 hingga 9 April 2012, untuk menyerahkan platform atau program kerja ke panitia. Selanjutnya, rapat senat akan menyaring balon rektor pada 12 April 2012.
Setelah penyaringan balon rektor dilakukan di tingkat senat, maka senat akan melaporkan atau mengumumkan nama-nama balon rektor yang lulus seleksi sebagai calon rektor pada tanggal 16 April 2012. Hasil nama calon itu kemudian disampaikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada 23 April 2012.
Pertarungan baru dimulai sekitar tanggal 14 Mei 2012. Pada tanggal tersebut, rencananya pemungutan suara dimulai di tingkat senat. Namun ada kemungkinan waktu pemilihan tersebut bisa melenceng, karena harus menunggu keputusan Kemendikbud.
Jika semuanya berjalan sesuai rencana, maka pada tanggal 16 Mei 2012, senat akan melaporkan hasil pemilihan, serta mengirimkan hasil nama calon terpilih sebagai rektor pada 21 Mei 2012.
Namun belum tentu calon terpilih bisa langsung dinobatkan sebagai rektor. Jika dahulu Senat memiliki hak suara seratus persen dalam pemilihan nama rektor yang akan diangkat, namun perubahan total terjadi semenjak adanya Permendiknas Nomor 24 Tahun 2010.
Sesuai Permendiknas itu, dilakukan melalui pemungutan suara secara tertutup dengan ketentuan, kementerian memiliki 35 persen hak suara dari total pemilih, dan Senat memiliki enam puluh lima persen hak suara dan masing-masing anggota Senat memiliki hak suara yang sama. Artinya, Kementerian Pendidikan ikut berkontribusi besar dalam menentukan rektor terpilih. [ton]