INILAH.COM, Banjarmasin - Rumah dinas (rumdin) walikota Banjarmasin di Jl Pramuka seakan ‘alergi’ digunakan oleh pemimpin Kota Seribu Sungai. Buktinya, rumah yang dibeli seharga Rp 4 miliar di masa kepemimpinan HA Yudhi Wahyuni itu tidak pernah ditinggali sang walikota.
Saat menjabat sebagai orang nomor satu di lingkungan Pemkot Banjarmasin Yudhi memilih mendiami Rumdin PDAM Bandarmasih di Jl A Yani. Keengganan mendiami Rumdin Jl Pramuka ini berlanjut di masa kepemimpinan H Muhidin.
Bahkan, Muhidin memilih ancar-ancar membangun rumdin baru. Alasannya, lokasi Rumdin jauh sangat tidak strategis bagi seorang pemimpin di Banjarmasin.
Untuk menghindari kesan mubajir, belakangan rumdin yang dibeli dari mantan Walikota Banjarmasin H Sadjoko ini rencananya digunakan untuk Kantor Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Banjarmasin.
“Kita mulai ngantor di bangunan itu (Rumdin,red) mulai Jumat (10/2) nanti. Artinya kita tidak lagi ngantor di Balaikota ini,” ucap Kepala Dispenda H Khairil Anwar kepada wartawan, Rabu (8/2)
Ia menambahkan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengangkutan alat kantor ke Jl Pramuka.
“Barang-barang kantor di sini (balaikota, red) sudah mulai kita pindahkan. Sekalian kita akan melakukan pembenahan ruangan. Sebab, sebelumnya itukan rumah tinggal, kini kita akan sulap menjadi kantor,” katanya seraya tersenyum.
Disinggung mengenai pengaruh berpindahnya lokasi kerja, Khairil mengatakan, hal itu bukan sebuah masalah. “Kita malah senang pindah ke sana. yang pasti kerja kita tetap semangat,” ucapnya.
Apalagi, lanjut Khairil, peraturan sekarang mengharuskan instansi pemerintahan bidang pelayanan publik berada terpisah dengan Kantor Walikota.
“Sekarang mulai kita atur. Perkantoran sekitar Kantor Walikota hanya disii instansi administrasi, pelayanan akan punya kantor tersendiri,” jelasnya.
Khairil mengungkapkan, dalam waktu dekat BP2TPM Banjarmasin juga akan mengikuti jejak Dispenda untuk pindah.
“Kantor BP2TPM juga mulai dibangun di Jl Sultan Adam, selain itu ada lagi instasi pelayanan publik lainnya yang juga akan dipindah,” ujarnya.
Lebih lanjut Khairil mengatakan, lingkungan perkantoran di Balaikota Banjarmasin memang mulai tak memadai.
“Kita menyadari, sekarang ini perkantoran yang menumpuk di balaikota sudah tak memadai lagi. Utamanya, masalah parkir sehingga kadang jalan untuk keluar sangat jejal,” terangnya. [mor]