INILAH.COM,Banjarmasin - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalsel berhasil meringkus komplotan perampok spesialis nasabah bank yang biasa beraksi menggunakan senjata api rakitan dan beroperasi di beberapa wilayah di Kalsel.
Dari lima orang yang ditangkap, tiga diantaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas di bagian kaki, karena melakukan perlawanan saat hendak disergap.
Pgs Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Aby Nursetyanto mengatakan, terendusnya keberadaan komplotan penjahat yang sudah cukup lama meresahkan warga ini bermula dari informasi yang diterima petugas bahwa tersangka Suriansyah alias Isur dan Abriansyah alias Ading Halus akan beraksi di daerah Tabalong.
“Selasa (7/2), kami membuntuti keduanya yang berangkat dari Banjarmasin menuju Tanjung. Sekitar pukul 16.00 WITA atau saat berada di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar, petugas Polda yang melakukan pengejaran bersama anggota Polres Tabalong berhasil menciduk keduanya,” papar Aby.
Dari pengakuan keduanya, lanjut Aby, kemudian pada Selasa malam hingga Rabu dini hari ditangkap lagi Aliansyah alias Ali Sungai Tabuk di rumahnya di daerah Sungai Tabuk Kabupaten Banjar, Muhammad Yusuf alias Meo di rumahnya di Kelayan A Kecamatan Banjarmasin Selatan dan Abdul Hadi alias Muchtar Muhammad alias Ayang di Jl Prona, Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Menurut pengakuan Isur, dia bersama Ali Sungai Tabuk pernah beraksi di Tabalong dengan korban seorang nasabah Bank Mandiri dan berhasil merampok Rp 100 juta.
Sementara Isur bersama Ading Halus dan Ayang yang juga beraksi di Tabalong berhasil merampok nasabah Bank yang baru saja mengambil uang sebesar Rp 105 juta.
“Kemudian, Ayang juga mengaku pernah bersama Meo beraksi di Tanah Laut dua kali dengan masing-masing mendapatkan Rp 26 juta dan Rp 40 juta dari nasabah bank yang dirampoknya,” terang Aby.
Mantan Kapolres Banjarbaru ini mengungkapkan, komplotan perampok nasabah tersebut, diketahui beraksi dengan modus operandi bergerombol dengan sasaran khusus nasabah Bank. Mereka kemudian mengintai Bank yang minim akan pengamanan CCTV.
"Jika terlihat ada orang yang baru saja membawa uang dalam jumlah besar, mereka akan segera menghubungi teman mereka yang berada di luar bank. Kemudian ketika sudah di luar, mereka segera menodong korban dengan menggunakan senjata api dan mengeluarkan tembakan ke udara lalu merampas tas milik korban," jelas Aby.
Kawanan ini, tambah Aby, tak segan-segan menembak ke arah korban apabila korban melawan. Berdasarkan catatan kepolisian, kelompok ini sudah sering beraksi di beberapa wilayah di Kalsel. [mor]