Kamis, 28 Agustus 2014
Follow Us: Facebook twitter
Balok Gelagar Melengkung ke Bawah
'Tutup Jembatan Siak III'
Headline
Haluan Riau
Oleh: Haluan Riau
sindikasi - Rabu, 8 Februari 2012 | 06:40 WIB

INILAH.COM, Pekanbaru - Wakil Ketua komisi C DPRD Riau Noviwaldy Jusman meminta agar Jembatan Siak III ditutup untuk sementara. Sebab jembatan yang belum lama diresmikan itu membahayakan pengendara. Ditengarai, bangunan jembatan tak sesuai spesifikasi teknis.

Sekretaris Lembaga Pengembang Jasa Kontruksi Daerah (LPJKD) Riau Prof Dr Sugeng Wiyono, secara terpisah, Selasa (7/2), mengungkapkan, Jembatan Siak III atau Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah masih menuai masalah. Jembatan yang total menelan dana APBD Riau sebesar Rp136, 57 miliar diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Menurut Sugeng, yang merupakan Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau tersebut, dia melihat jembatan Siak III ada lengkungan ke bawah. "Seharusnya sesuai dengan teknis atau metode pelaksanaan jembatan itu lengkungannya ke atas 50 centimeter," katanya.

Lengkungan yang negatif atau ke bawah itu, menurut Prof Dr Sugeng Wiyono, dapat berbahaya bagi konstruksi Jembatan Siak III. Apabila tidak segera dilakukan perbaikan, katanya, maka akan berdampak pada hanger.

"Kemungkinan pada metode pelaksanaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, ini kalau tak segera diperbaiki berbahaya," ucap Sugeng.

Dengan kondisi balok gelagar melengkung ke bawah, lanjutnya, jembatan ini tidak dapat dilalui oleh truk yang memiliki kapasitas tonase berlebihan. Sebab kapasitas jembatan Siak III hanya dapat dilalui mobil penumpang dengan kapasitas maksimal 80 ton, jauh kapasitas seharunsya 400 ton.

"Karena jembatan Siak III masih baru digunakan, maka pihak PT Waskita Karya yang melaksanakan pembangunan jembatan Siak III harus segera melakukan perbaikan terhadap Jembatan Siak III," katanya

Pernyataan Prof Dr Sugeng Wiyono itu, menjadi perhatian serius kalangan dewan. Bahkan, Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau sudah mensinyalir hal itu ketika jembatan tersebut bakal diresmikan.

"Sama apa yang saya keluhkan. Pemasangan gelagar tidak simetris bergelombang, sehingga menyebabkan penurunan struktur jembatan," kata Noviwaldy Jusman ketika dikonfirmasi Haluan Riau, Selasa (7/2).

Jembatan Siak III, kata Noviwaldy Jusman yang disapa akrab dengan panggilan Dedet tersebut, tidak mendapatkan sertifikasi.Bahkan Kementerian Pekerjaan Umum tidak mengatakan jembatan tersebut layak.

'Rapor merah' jembatan Siak III, kata Dedet, telah disembunyikan. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Riau diminta untuk memperbaiki jembatan tersebut, sehingga dapat kembali dilalui masyarakat Kota Pekanbaru.

Sementara Ketua LPJKD Riau Nasir Day ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Jembatan Siak III belum ada sertifikat layak pakai. Untuk itu kepada pihak rekanan yaitu PT Waskita Karya diminta untuk segera menindaklanjuti mengenai kondsi jembatan Siak III yang melengkung ke bawah. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Dewi
Kamis, 16 Februari 2012 | 10:15 WIB
Harus segera diperbaiki itu jembatannya.... bahaya... saya tiap hari melewatijembatan itu.....
wargariau
Rabu, 8 Februari 2012 | 22:38 WIB
hahaha... namanya juga riau.. duit banyak, tapi ntah kemana lari duit tu.. ckck
Bisnis Pulsa
Rabu, 8 Februari 2012 | 22:11 WIB
Jembatan baru koq, gak enak banged ya dilewatinnya?? agak aneh ya... pasti kebanyakan yg korup nih... :p
3sc0b4r
Rabu, 8 Februari 2012 | 17:03 WIB
apa ndak,, dikorupsi duitnyo tu pas buat.. dikira awak ndak tau
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA