Kamis, 24 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
2 Kapal Hisap Timah Diperiksa
Oleh: Haluan Kepri
sindikasi - Senin, 6 Februari 2012 | 21:10 WIB

INILAH.COM, Karimun - Dua kapal hisap timah milik PT Eunindo Usaha Mandiri (EUM) di sekitar perairan Tanjungbalai Karimun diperiksa mendadak oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) Tarihu-829, Senin (6/2).

Pemerikasaan yang dilakukan itu untuk memastikan kapal hisap timah telah mengantongi dokumen kapal perizinan aktivitas di perairan.

Informasi yang diperoleh di lapangan, KRI Tarihu-829 yang berada di bawah Gugus Keamanan Laut (Guskamla) RI melakukan kegiatan patroli di sekitar perairan Karimun.

Saat melakukan patroli, kapal cepat milik TNI AL tersebut melihat aktivitas yang dilakukan dua kapal hisap milik PT EUM yakni Bahtera Anugerah I dan Blessing.

Menurut informasi yang diperoleh Haluan Kepri, setelah KRI Tarihu-829 buatan Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI Angkatan Laut Mentigi ini melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal hisap milik PT EUM tersebut. Ternyata tidak ditemui pelanggaran dan perizinan yang mereka kantongi juga sudah lengkap.

Pemeriksaan terhadap dua kapal hisap tersebut dibenarkan Humas PT Eunindo Usaha Mandiri Musril. Menurutnya, memang ada pemeriksaan terhadap kapal hisap milik perusahaan tempatnya bekerja. Hanya saja, dari hasil pemeriksaan itu ditemukan semua dokumen kapal dan perizinan aktivitas PT Eunindo Usaha Mandiri sudah lengkap.

"Dalam hal ini, menyangkut izin kapal tidak ada masalah. Semua dokumen juga sudah oke jadi tak ada masalah," jelas Musril melalui pesan singkatnya ketika dikonfirmasi.

Aparudin, Polisi Khusus (Polsus) Kelautan Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (Satker SDKP), ketika dikonfirmasi seputar pemeriksaan yang dilakukan oleh Mabes TNI AL terhadap kapal hisap milik Eunindo mengaku cukup terkejut, karena selama ini terkesan aktivitas pengerukan timah oleh perusahaan timah swasta di Karimun selama ini tanpa ada masalah.

"Mungkin pemeriksaan itu terkait dengan masalah perizinan kapal-kapal hisap milik

timah swasta yang diduga bermasaah. Selama ini kan tidak pernah diketahui dengan jelas izin operasi kapal-kapal isap timah. Hal itu tentunya juga menyulitkan terhadap kapal-kapal hisap tersebut," jelas Aparudin.

Aparudin mengatakan, ketidakjelasan izin itu menimbulkan pesimisme atas kemampuan pemerintah mengawasi operasi kapal hisap. Jika mengawasi operasi kapal hisap saja tidak mampu, sulit mengharapkan pengawasan terhadap ekosistem di wilayah operasi kapal isap.

"Kerusakan akibat kapal hisap sangat jelas di perairan Karimun. Sayangnya, usaha mengawasi operasi kapal hisap nyaris tidak ada," ujarnya.

Nelayan dan pebisnis pariwisata berbasis bahari paling terpukul dengan kerusakan ekosistem akibat kapal hisap timah. Nelayan harus melaut lebih jauh, sehingga biaya lebih besar. Padahal, hasil tangkapan cenderung sama dibandingkan saat masih melaut di jarak dekat.

”Hasil yang didapat pemerintah daerah juga tidak sebanding dengan kerusakan yang ditimbulkan,” tuturnya.

Aparudin mengatakan, pengawasan mudah dilakukan kalau pemerintah serius. Cukup dengan memasang papan pengumuman di suatu wilayah yang berisi pemilik konsesi pertambangan laut, nama kapal hisap, dan rentang izin operasi kapal hisap. Ongkosnya tak sampai seharga satu kilogram pasir timah.

Ia menjelaskan, Polsus Kelautan merupakan pegawai negeri sipil khusus yang bertugas melakukan penegakan UU Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil.

“Polsus Kelautan adalah pengawas yang melakukan kegiatan patroli dan tugas polisional lainnya, di luar tugas penyidikan sebagaimana yang diamanatkan pada pasal 36 UU No 27 Tahun 2007 tentang tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau Pulau Kecil,” kata Aparudin

Ia menuturkan, hasil pengumpulan bahan dan keterangan dari Polsus, akan diserahkan pada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Satuan Kerja Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (Satker SDKP) untuk ditindaklanjuti.

“Kewenangan PPNS melakukan penyelidikan tertera pada pasal 70 ayat (1) UU No 27 Tahun 2007 dan ayat (3),” tuturnya. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.