INILAH.COM, Bangkinang - Gerakan Jumat bersih dan salat berjemaah yang diprogramkan Bupati kampar Jefry Noer merupakan salah satu pilar pembangunan, yakni peningkatan akhlak dan moral mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mulai dari Kabupaten hingga ke dusun-dusun.
Bupati mengungkapkan, Jumat bersih merupakan salah satu gerakan dalam rangka meningkatkan kebersihan lingkungan dengan partisipasi masyarakat karena agama juga mengajarkan hidup bersih.
Dia juga mengeluarkan surat edaran kepada para camat untuk menggelar jumat bersih dan gelar kawa serta shalat berjemaah tingkat kecamatan sehingga manfaat gerakan itu sudah mulai dirasakan masyarakat.
Salah seorang warga, Nuridi mengaku, program yang dilakukan oleh Bupati Kampar dan selama ini program gotong royong yang hampir hilang bisa kembali hidup.
“Kami sangat merasakan manfaat dari gerakan jumat bersih itu dan desa kami saat ini semakin bersih dan rapi,” ujarnya.
Ia mengatakan, program itu hendaknya dilanjutkan terus siapapun nantinya pemimpin Kampar di masa yang akan datang.
Camat Bangkinang seberang Muhammad melaksanakan jumat bersih dengan menggilirkan lokasi gotong royong di 9 desa yang ada di kecamatanya dan dilanjutkan dengan gelar kawa usai gotong royong.
Hal senada juga disampaikan Sekcam Perhentian raja, Budi Darman dengan mengatakan, selain gotong royong pada Jumat,shalat berjemaah di tingkat kecamatan juga mulai terasa karena selama ini mesjid yang dijadikan pusat shalat jemaah di tingkat kecamatan Perhentian raja telah bertambah jemaahnya. [mor]