INILAH.OM, Singaraja - Setelah diguyur hujan lebat selama semalam suntuk membuat Bumi Panji Sakti menjadi ‘menangis’ lantaran dua bocah ingusan tewas tertimbun longsuran tanah akibat tebingan yang ada di dekat rumahnya ambruk.
Dua Bocah Malang meninggal dan satu orang harus dirawat di RSUD Singaraja akibat tanah longsor yang terjadi di Dusun Dasong, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Sabtu (4/2) sekitar pukul 18:00 wita. Kejadian ini membuat gempar seluruh warga masyarakat.
Informasi yang sempat dikumpulkan Fajar Bali, Minggu (5/2) siang, menyebutkan, kedua bocah yang tewas yakni Ni Luh Sumita Sari (6) dan Ni Kadek Puspita Sari yang baru berumur 8 bulan, yang merupakan putri pasangan Ketut Rata (32) dan Ni Kadek Suami (30).
Suami yang kala itu ada di dapur mengalami luka bakar setelah dapur miliknya berpindah sejauh lima meter dari tempatnya semula akibat terdorong tanah longsor.
”Kedua anak itu kebetulan ada di dapur,” kata salah seorang warga setempat. Menurut penuturan Komang Rika (paman kedua korban-red), hujan deras mengguyur kawasan itu sejak siang harinya.
Lantaran khawatir akan terjadi longsor, keluarga Rata bahkan sudah bersiap akan mengungsi. Setelah selesai mandi dan berpakaian, Rata menyuruh anaknya yang pertama untuk menjemput adiknya yang ada di dapur bersama ibunya, sedangkan dia sendiri kembali masuk ke rumah untuk mengambil baju hangat.
Saat keluar rumah, dia melihat dapurnya sudah berpindah tempat akibat terdorong longsoran tanah di belakangnya, sedangkan istrinya dilihat luka parah.
Warga sekitarnya yang melihat kejadian itu langsung datang memberikan pertolongan mencari kedua korban. Tak berapa lama kedua korban ditemukan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Pancasari. Luh Sumita Sari, yang saat ditemukan masih hidup menyusul adiknya saat tiba di puskesmas, sementara ibunya masih dirawat di RSUD. Singaraja.
Bahkan dalam peristiwa tersebut kedua bocah saudara kandung itu siang kemarin dikubur di kuburan Desa Pancasari.
”Kedua anak kami akan kami upacarai hari ini, kami sangat sedih bahkan keluarga kami yang bersuka tidak akan kembali ke tempat (rumah-red) kami yang sudah pahit bersama keluarganya. Mungkin kami akan ketempat rumah keluarga dekat untuk menumpang dulu masalah rumah kami akan pikirkan belakang yang jelas saudara kami tidak akan balik kerumah tempat dua anakanya yang maninggal agar jangan kenangan pahit dan menyedihkan itu terus menerus menjadi ingatan,” tutur Rika lagi. [mor]