Sabtu, 1 November 2014
Follow Us: Facebook twitter
Harga Elpiji Mahal, Pertamina Gelar Operasi Pasar
Headline
inilah.com/Dok
Oleh: Media Kalimantan
sindikasi - Selasa, 24 Januari 2012 | 02:40 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Banjarmasin - Mahalnya harga gas elpiji dalam beberapa hari terakhir, memaksa Pertamina melakukan operasi pasar guna menekan harganya. Senin (23/1/2012), Pertamina menggelar operasi pasar gas elpiji di SPBU Sabilal Muhtadin, Jalan Jenderal Sudirman.

Sales Refresentatif Rayon IV Pertamina Kalsel Adi Bagus Haqqi mengatakan, pihaknya mendatangkan ratusan gas elpiji dari Tabalong guna disalurkan kepada masyarakat Banjarmasin yang dalam beberapa hari terakhir kesulitan mendapatkan gas elpiji dengan harga normal.

“Tujuan mendatangkan langsung ratusan gas elpiji adalah untuk menekan harga. Dalam beberapa hari terakhir, gas elpiji sulit didapat, sehingga menyulitkan masyarakat dalam mencari gas elpiji dengan harga normal. Ini langsung kami datangkan dari agen gas elpiji di Tanjung, Tabalong,” ucap Adi kepada Media Kalimantan, Senin (23/1/2012).

Diungkapkan Adi, operasi pasar yang digelar Pertamina akan dilakukan bergiliran di seluruh SPBU dan pangkalan gas elpiji yang ada di Banjarmasin hingga harga kembali normal.

“Hari ini (kemarin, red), kami menggelar operasi pasar gas elpiji di SPBU Sabilal, serta dua pangkalan gas elpiji lainnya, yakni di kawasan Jalan Hasan Basry dan di depan Rumah sakit Anshari Saleh. Operasi pasar ini akan terus dilakukan hingga kelangkaan gas elpiji tidak lagi menghantui masyarakat penggunanya,” tutur Adi.

Berdasarkan pengamatan Media Kalimantan, gas elpiji yang didatangkan Pertamina dari Tabalong diangkut dengan menggunakan truk.

Dimana, untuk gas elpiji dengan berat 12 Kg diangkut dengan dua buah truk. Truk pertama mengangkut 352 tabung dan truk kedua bermuatan 180 tabung.

“Sementara, gas elpiji dengan berat 3 kg didatangkan hanya 2 buah truk, dengan muatan masing-masing sebanyak 560 tabung,” beber Adi.

Menurut Adi, dalam operasi pasar gas elpiji yang digelar Pertamina, pihaknya mematok harga normal. Dimana, gas elpiji yang dengan isi 12 Kg dijual Rp 95.000. Sedang, gas elpiji 3 Kg dijual Rp 15.000.

Salah seorang pembeli gas elpiji, Resdi mengaku, dalam 20 hari terakhir, dirinya kesulitan mendapatkan pasokan gas elpiji. Pasalnya, di beberapa pangkalan stok gas elpijinya kosong.

“Kalau ada, harganya sangat mahal. Dimana, gas elpiji dengan berat 12 Kg dihargai Rp 150.000. Sedang, yang 3 Kg dihargai Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Semoga, kelangkaan ini tidak berlangsung lama,” ucap Resdi. (ressy)

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA