Selasa, 23 Desember 2014
Follow Us: Facebook twitter
Block Lapao-pao Jangan Seperti Tambang di Pomalaa
Headline
Foto: Ilustrasi
Oleh: Media Sultra
sindikasi - Senin, 23 Januari 2012 | 23:00 WIB

INILAH.COM, Kolaka - Masyarakat di block Lapao-pao, khususnya Desa Ponre Kecamatan Wolo, tidak menginginkan daerah mereka sama seperti pertambangan di Kecamatan Pomalaa dan hanya menguntungkan segelintir orang.

“Kami tidak inginkan block Lapao-pao nasibnya sama seperti Pomalaa. Sudah puluhan tahun tanahnya diambil dan dijual tapi tidak ada apa-apanya di sana, justru hanya dinikmati segelintir orang dan tidak dinikmati semua masyarakat,” kata Kades Pondre, Awaluddin, Senin (23/1).

Awaluddin dengan tegas menantang jika ada orang yang menginginkan supaya block Lapao-pao disamakan seperti Pomalaa dibagi-bagi ke sejumlah perusahaan, sebab apa bagusnya di Pomalaa dengan banyaknya Join Operasional (JO) yang sedikit-sedikit rusuh, begitupun jalannya rusak. Ini semua tidak diinginkan akan terjadi di block Lapao-pao.

Kades Awaluddin juga klarifikasi anggapan bahwa PT Ceria Nugraha Indotama melakukan pembodohan pada masyarakat. Menurutnya dalam konteks apa PT Ceria melakukan pembodohan, sementara di lapangan saat ini dalam tahap sosialisasi, infrastruktur atau pembuatan jalan tambang dan eksplorasi.

Untuk pembuatan jalan masyarakat sangat merespon dibuktikan dengan bantuan yang mereka lakukan baik yang digaji atau secara sukarela karena mereka merasa terbantu, sebab dengan terbukanya jalan dapat digunakan oleh masyarakat pengusaha nilam untuk mengambil kayu bakar, begitupun penjual buah.

“Jadi kalau ada yang menyatakan PT Ceria melakukan pembodohan maka pernyataan itu terkesan sangat tergesa-gesa,” tegasnya.

Menurut Awaluddin, konsep dari PT Ceria tidak merugikan masyarakat justru menguntungkan. Begitupun sebagai pemimpin wilayah Desa tidak mungkin bekerjasama untuk pembodohi masyarakatnya.

Ia bukan pebisnis yang mau meraup keuntungan dengan bekerjasama dengan PT Ceria. Apa yang dilakukan murni tugas demi kesejahteraan masyarakat.

”Sebagai pemimpin saya tidak akan membiarkan masyarakat saya dirugikan,” katanya.

Karena itu Kades berharap kepada semua pihak untuk tidak berkomentar memvonis sesuatu dengan cara tergesa-gesa tanpa turun ke lapangan melakukan krosceknya, serta diharap untuk berpikir secara sehat demi kesejahteraan masyarakat.

Sebab, kata dia, PT Ceria bisa saja divonis melakukan pembohongan dan pembodohan ketika sudah melakukan pengapalan dan tidak membayar apa yang dijanjikannya, apalagi semua ini bukan harga mati dan belum ada nota Kesepakatan.

”Kalau d ilapangan saat ini kondusif. Kalau tidak percaya silakan turun tanya masyarakat,” kata Awaluddin. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Dimas prasetyo
Minggu, 5 Februari 2012 | 20:55 WIB
saya harapkan kepada kepala desa se,kec.wolo janganlah engkau membodohi masarakatmu sendiri karena kalian semua telah bekerja sama dengan PT Ceria untuk mengolah tambang yang ada di blok lapao-pao tolong pikirkan dong masyaratmu.....dimana kesejatraan mu....kasihan masyarakat wolo...klau menurut aku tolong dong libatkan masyarakat dalam pengolahan tambang di lapao-pao dan isinkanlah JO untuk mengolah bersama PT Ceria,karena masuknya perusahaan lain untuk mengola tambang di blok lapao-pao itu jugakan masyarakt jg supaya masyarakat bisa menikmati yang sesunguhnya namanya hasil tambang......sy sebagai putra wolo saya izinkn JO untuk mengadakan kegiatan pertambangan.....hidup masyarakat
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA