Sabtu, 23 Agustus 2014
Follow Us: Facebook twitter
KPK Diminta Ambil Alih Kasus Awang
Headline
Awang Faroek Ishak - foto: Ist
Oleh: Koran Kaltim
sindikasi - Jumat, 20 Januari 2012 | 21:00 WIB

INILAH.COM, Bontang - Gara-gara tidak adanya kepastian mengenai penanganan proses hukum terhadap tersangka kasus dugaan korupsi divestasi saham PT KPC, Awang Faroek Ishak, membuat banyak kalangan gerah.

Padahal Awang yang juga Gubernur Kaltim ini sudah menyandang status tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) selama 18 bulan. Namun proses hukumnya jalan di tempat. Oleh karena itu LSM Pusat Hubungan Masyarakat (PHM) Kaltim meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih pengusutan kasus ini.

Ketua PHM Udin Mulyono mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat ke KPK untuk perihal tersebut. Indikasi bahwa kasus ini bakal dihentikan, kata Udin, makin kuat. Kejagung tidak pernah meminta KPK untuk mensupervisi kasus ini. Perkembangan terakhir hanya berkutat belum turunnya izin pemeriksaan dari Presiden SBY.

“Kejagung kurang serius menangani kasus ini. Gaya berkelitnya hanya soal belum turunnya izin pemeriksaan dari Presiden SBY,” tutur Udin, Jumat (20/1).

Pada 6 Juli 2010 Kejagung menetapkan Awang sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan nomor Print-82/F.2/Fd.1/7/2010. Mantan Bupati Kutim itu disangkakan melanggar Pasal 1 ayat (1), Pasal 3 ayat (5), Pasal 6 UU 17/2003 tentang Keuangan Negara. Ia disangka telah memberikan izin pengalihan serta penggunaan uang hasil penjualan 5 persen saham KPC jatah Pemkab Kutai Timur senilai Rp 576 miliar.

Pada kasus dugaan korupsi ini, Kejagung juga telah menetapkan Direktur Utama PT Kutai Timur Energy (KTE) Anung Nugroho dan Direktur PT KTE Apidian Triwahyudi sebagai tersangka. Pada 18 Mei 2011 lalu PN Sangatta memvonis Anung Nugroho 5 tahun penjara dan denda Rp300 juta, sedangkan Apidian Triwahyudi divonis bebas.

Menurut Udin, PHM sudah melakukan audiensi dengan Kapuspenkum Kejagung dan Koordinator Tim Penyidik Pidana Khusus yang menangani kasus ini pada 4 Mei 2011 lalu di Jakarta.

Disebutkan bahwa apabila tersangka lainnya divonis bersalah oleh PN Sangatta, maka untuk tersangka H. Awang Faroek Ishak pun tidak dapat lepas dari jeratan hukum. Namun kenyataannya, hingga sekarang proses hukum terhadap Awang terkesan mengambang dan tidak jelas. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA