Selasa, 21 Oktober 2014
Follow Us: Facebook twitter
BKD Pontianak Usulkan Penerimaan CPNS
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Berita Khatulistiwa
sindikasi - Jumat, 20 Januari 2012 | 09:45 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Pontianak - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pontianak telah mengusulkan pengajuan penerimaan Calon Pegawai Negeli Sipil (CPNS) di pemerintah setempat pada 2012.

"Tahun ini, kami sudah mengajukan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat untuk membuka penerimaan CPNS," jelas Kepala BKD Kota Pontianak, Zumiyati, S.Sos, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/1/2012).

Sesuai dengan moratorium lalu, jelas Zumiyati, daerah diperbolehkan membuka penerimaan CPNS apabila memang dibutuhkan atau mendesak.
"Nah, Pemkot kan sudah membangun rumah sakit. Tentunya ini membutuhkan tenaga kesehatan yang cukup banyak. Ini lah yang kami usulkan ke BKN," ujar mantan Camat Pontianak Selatan ini.

Untuk kuota penerimaan, lanjut dia, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kepastian dari pusat. "Kami belum tahu berapa kuota untuk Kota Pontianak. Yang jelas kami sudah mengusulkan untuk membuka penerimaan CPNS tenaga kesehatan," kata dia.

Selain tenaga kesehatan, tambah Zumiyati, BKD juga sudah mengusulkan untuk penerimaan CPNS tenaga pendidikan. "Sebab, tenaga pendidikan kita juga masih kurang. Mungkin tahun ini, kami buka tenaga kesehatan dan pendidikan saja. Itu pun kami tunggu balasan dari pusat dulu," tambah mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Pontianak ini.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tidak membuka penerimaan CPNS di pemerintahan setempat pada 2011. Ini disebabkan pemkot tidak bisa menyelesaikan deadline analisis kebutuhan pegawai hingga Desember 2011.

Menurut Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, SH, M.Hum, sebenarnya dari sisi aturan, tahun ini pemkot diberi kesempatan. Tetapi, dari kabupaten/kota yang ada di Kalbar, tidak bisa mengejar deadline analisis kebutuhan pegawai.

"Sehingga, kita juga ikut moratorium CPNS. Namun, setelah Juli 2012, kita kembali membuka formasi tersebut. Ini berdasarkan hasil pertemuan terakhir bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negera (Menpan)," jelas Walikota.

Menurut Walikota, dari sisi aturan, pemkot sebenarnya diperbolehkan menerima formasi CPNS tahun ini. Namun, karena dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga tidak membuka penerimaan formasi CPNS, Pemkot Pontianak juga mengikutinya.

"Penerimaan CPNS harus mengacu pada pemprov. Sebab, aturannya harus dikoordinir oleh Gubernur Kalbar. Kalau provinsi memperbolehkan tahun ini menerima pegawai, kita ikut. Kalau tahun depan baru diperbolehkan, kita juga ikut," papar Ketua DPC PPP Kota Pontianak ini.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini mengatakan, selain mengikuti petunjuk dari Pemprov, pemkot juga tidak bisa menyelesaikan analisis kebutuhan pegawai, seperti yang diharuskan dari MenPan hingga akhir tahun 2011. Misalnya, kata dia, kebutuhan tenaga pendidikan. Itu harus jelas analisisnya. Kenapa sampai dibutuhkan.

Dia menilai, analisis kebutuhan pegawai sangat merepotkan. Tetapi itu sangat diperlukan. Sehingga, tidak ada kecurigaan, kepentingan atau pun titipan pejabat.

Dia berharap, agar seluruh kabupaten/kota di Kalbar ini tahun 2012 sudah siap dengan analisis tersebut, sehingga diperbolehkan menerima formasi CPNS tahun 2012. "Apabila di Kalbar ini bisa merebut sekitar 3 ribu an formasi CPNS, berarti ada 3 ribu penduduk yang berpenghasilan tetap," kata dia.

Walikota menambahkan, dengan adanya moratorium CPNS, sangat merugikan lapangan pekerjaan, khususnya di bidang pelayanan. Sehingga, tidak bisa memberi pelayanan prima. Apalagi PNS banyak yang pensiun.

"Antisipasi itu, kita memaksimalkan tenaga yang ada," ujar Walikota.

Polanya, lanjut dia, menempatkan pegawai-pegawai energik di bidang yang membutuhkan pelayanan prima. "Kita tempatkan pegawai muda yang bisa kerja cepat. Misalnya pelayanan yang membutuhkan tenaga 12 orang, dengan 7 orang sudah bisa selesai," katanya. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
fitra edy suryadi
Selasa, 5 Februari 2013 | 14:44 WIB
kebijakan yang sangat baik...... darah muda darah yang berapi-api,semangat...
Suara Anak BAngsa
Senin, 6 Februari 2012 | 11:19 WIB
Seperti mengandeng Perguruan Tinggi dalam proses seleksi. bebepa tahun yang lalu proses perekrutan sudah menggandeng Perguruan Tinggi. Hanya saja dalam kebijakan penentuan kelulusan tetap ditentukan oleh Daerah. sementara Perguruan Tinggi hanya berfungsi sebagai pembuat soal dan memberi nilai atas jawaban. Sehingga keputusan akhir di daerah bisa berubah. Walaupun menggunakan Konsorsium 10 Perguruan Tinggi Negeri sekalipun sepanjang keputusan akhir tetap pada daerah maka hasilnya akan tetap sama dengan hasil dari tahun-tahun sebelumnya. http://sebuahpemahaman.blogspot.com/
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA