INILAH.COM, Pontianak - Diduga over dosis minuman keras jenis arak, Akuang (42), ditemukan tewas saat menjaga rumah milik Saimin Untung di Gang Kali Bening, Jalan Danau Sentarum, Pontianak Kota, Kamis (19/1) pagi.
Korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kalbar guna menjalani otopsi.
Korban ditemukan tewas dalam kondisi mulut berbusa serta ditemukan 3 kampil miras jenis arak. Sebelum tewas, korban sempat bertemu Julyandi, seorang anak kost yang tinggal didepan rumah Saimin Untung. Dia sempat melihat kondisi fisik korban yang kurang sehat. Serta sempat meminta untuk dipanggilkan dokter.
Namun anak kos tersebut ingin cepat berangkat kuliah, karena melihat waktu sudah menunjukan mata kuliah bakal dimulai. Tak ingin terlambat, Julyandi langsung mengatakan kepada pemilik kos agar melihat korban yang sendirian berada di dalam rumah dengan kondisi sedang sakit.
“Saya bilang dengan korban (Akuang) untuk menunggu dan meminta korban agar menutup pintu rumahnya. Setelah saya keluar dari tempat korban, melihat Pak Yono pemilik kos yang sedang menagih uang listrik. Saya langsung mengatakan dengannya, bahwa Akuang lagi sakit,” ungkap Julyandi.
Sementara itu, Mulyono (45), rekan pemilik rumah mendapati korban sudah terlentang di ruang tamu. Sehingga langsung memanggil ketua RT dan warga sekitar untuk melihat korban yang sedang terkapar dalam kondisi mulut berbusa.
”Saya menggedor pintu rumah. Namun penjaganya tidak bersuara. Saya langsung buka pintunya, karena tak dikunci. Tenyata saya melihat korban (Akuang) sudah terkapar,” ungkap Mulyono, warga Kota Baru ini.
Melihat korban sudah tidak bernyawa, Mulyono meminta warga tidak menyentuh korban. Agar saat dilakukan pemeriksaan polisi tidak ada bukti yang rusak. ”Kami tak berani memindahkan korban, karena polisi belum ada," katanya.
Pemilik rumah, Saimin Untung mengatakan korban diberikan kepercayaan untuk menjaga rumahnya yang belum jadi. Karena melihat kondisi ekonominya tidak mampu untuk membayar kos.
“Kurang lebih dua bulan, Akuang tinggal di rumah ini. Karena dia tidak mampu bayar uang kost. Jadi saya meminta untuk menempati rumah ini,” ujarnya. [mor]