Jumat, 18 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Mendesak, Jalan Tol Kuta-Soka-Seririt
Headline
Gubernur Bali Made Mangku - Foto:Ist
Oleh: Fajar Bali
sindikasi - Rabu, 11 Januari 2012 | 01:50 WIB

INILAH.COM, Denpasar -Rapat Kerja Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Timur yang dibuka di Wisma Werdhapura, Sanur, Selasa (10/1) dimanfaatkan Gubernur Bali Made Mangku Pastika untuk minta pemerintah pusat segera merealisasikan sejumlah proyek infrastuktur di Pulau Dewata.

Di hadapan Menteri PU Djoko Kirmanto dan jajaran Dirjen Kementrian PU, Gubernur Mangku Pastika mengurai tentang posisi strategis Bali sebagai gerbang pariwisata nusantara.

\Sejalan dengan perkembangan sektor pariwisata, Bali banyak diserbu oleh pendatang. Tak bisa dielakkan, kepadatan penduduk menimbulkan sejumlah persoalan yang belakangan makin mengurai ke permukaan diantaranya kemacetan, ketersediaan air bersih dan tingginya produksi sampah terutama di kawasan perkotaan.

Untuk dapat keluar dari berbagai persoalan tersebut, Bali memerlukan peningkatan kualitas infrastruktur seperti jalan, pengolahan sampah hingga sarana penyediaan air bersih.

Dengan APBD yang dimiliki, Pemprov Bali tak mungkin bisa menyelesaikan pembangunan berbagai infrastruktur tersebut secara cepat.

Untuk itu, Gubernur minta pemerintah pusat segera menindaklanjuti sejumlah program infrastuktur yang sempat dirancang, diantaranya rencana pembangunan Jalan Tol Kuta-Soka-Seririt dan pembangunan SPAM Petanu.

“Rencana pembangunan jalan tol tersebut telah melalui tahapan Feasibility Study, saya berharap bisa segera diwujudkan,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan akses jalan tersebut akan sangat berpengaruh pada upaya penyeimbangan pembangunan Bali Selatan dengan wilayah Bali Utara. SPAM Petanu juga sangat mendesak untuk ketersediaan air minum di kawasan Bali Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PU Djoko Kirmanto berjanji akan menindaklanjuti harapan tersebut dengan melakukan pengkajian lebih mendalam.

“Kalau memang memenuhi syarat untuk jalan tol, kita akan tawarkan kepada investor, sebaliknya jika tidak, kita akan pikirkan jalan lain,” imbuhnya.

Dia juga sependapat kalau Bali merupakan salah satu daerah yang punya peran strategis. “Sebagai gerbang pariwisata nusantara, sudah seharusnya Bali mendapat perhatian dapat peningkatan infarstrukturnya,” imbuhnya.

Terkait dengan pelaksanaan Raker Kementrian PU, Djoko Kirmanto minta jajarannya untuk bekerja lebih keras di tahun 2012.

“Realisasi tahun 2011 sebesar 90 persen hendaknya dijadikan acuan dalam pelaksanaan berbagai program PU di tahun 2012,” imbuhnya.

Djoko juga mengingatkan kalau kementrian PU menjadi tumpuan masyarakat yang mengharapkan peningkatan berbagai sarana dan prasarana infrastuktur. Tahun 2012, Kementrian PU mendapat alokasi anggaran Rp. 62,56 trilyun. Dana sebesar diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur di wilayah nusantara.

“Semakin cepat dikerjakan akan semakin cepat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Optimisme kalangan pengusaha juga diharapkan meningkat,” imbuhnya.

Karena infrastruktur merupakan salah satu prasyarat kalangan dunia usaha dalam menanamkan investasi.Usai pembukaan Raker, Menteri PU didampingi Gubernur Mangku Pastika meninjau sejumlah proyek kementrian PU di kawasan Denpasar dan Badung. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.