Senin, 21 April 2014
Follow Us: Facebook twitter
Senpi Ilegal Beredar di Masyarakat
Headline
inilah.com
Oleh: Media Kalimantan
sindikasi - Sabtu, 7 Januari 2012 | 00:10 WIB

INILAH.COM, Banjarmasin - Pemilikan senjata api secara ilegal di negeri ini, rupanya mulai merasuk ke masyarakat Banua. Salah satu indikasinya adalah saat jajaran Subdit I Reserse Narkoba Polda Kalsel mengungkap kasus narkoba, Kamis (5/1) lalu.

Tidak hanya mengungkap penyimpangan penggunaan dua paket sabu-sabu seberat 10 gram, polisi juga menemukan kepemilikan senjata api di tengah masyarakat yang diduga illegal.

Dari dalam rumah H Badrun alias H Darun (63), di Desa Bawahan Selan RT 3, Kecamatan Matraman, Kabupaten Banjar, polisi mendapati sepucuk revolver merk Colt det kaliber 38, lengkap berisi 6 butir peluru. Bahkan di kantongnya ditemukan dua paket sabu-sabu seberat 10 gram.

Selain H Darun, polisi sebenarnya juga menahan H Hariansyah alias H Saniri (38), warga Jalan Kampung Melayu Laut RT 1 No 18 Kelurahan Melayu, Kecamatan Banjarmasin Tengah, yang saat penggrebekan sedang berada di rumah H Darun.

Kasubdit I Reserse Narkoba Polda Kalsel AKBP I Made Wijana melalui Pgs Kabid Humas Polda Kalsel AKBP Aby Nursetyanto kepada wartawan, Jumat (6/1) mengatakan, hasil temuan senpi akan ditindaklanjuti untuk mengetahui asal pemilik yang diduga kuat milik anggota polisi.

Dugaan ini muncul lantaran pistol yang disimpan H Darun adalah senpi yang kerap dipakai polisi. Sayang nomor seri senpi telah dihapus.

“Khusus tersangka H Darun, ia akan dijerat pasal berlapis. Selain Undang-undang Narkotika, ia juga kita jerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api illegal,” tandas Aby.

Kepada wartawan H Darun mengaku senjata api miliknya tersebut didapat dari seseorang di Sampit, Kalteng.

“Waktu itu Sampit sedang rusuh. Ada orang menawari saya pistol ini. Ya, saya beli seharga Rp 5 juta. Sejak beli hingga kedapatan polisi ini, saya tidak pernah menggunakannya. Pistol ini biasanya saya bawa saat menambang di Sungai Danau, di kawasan hutan yang banyak perampok. Intinya untuk jaga diri saja,” bebernya.

Terkait kepemilikan narkoba, H Darun mengaku hanya sebagai pemakai yang terkadang mengkonsumsinya bila sedang ingin.

“Narkoba ini saya pakai sendiri. Soal jumlahnya 10 gram, kan bisa cukup 2 tahun,” imbuh penambang batubara tradisional ini.

Fakta mengejutkan lain, H Darun diduga juga pernah terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak alias fedofil. Kasusnya pernah ditangani Polda Kalsel sekitar tahun 2007-2008.

“Pokoknya dia (H Darun) akan kita usut, termasuk kasus fedofil-nya. Yang pasti, polisi akan mendahulukan mengungkap kepemilikan asal pistol yang kami sita dari H Darun,” timpal Kapolda Kalsel Brigjen Pol Drs Syafruddin saat menjawab pertanyaan wartawan yang mencegatnya usai shalat Jumat di Mapolda Kalsel. [mor]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA