INILAH.COM, Kupang - Pasca moratorium PNS, ratusan tenaga honorer Kab Kupang tidak mengantongi SK Bupati. Alhasil, nasih mereka semakin tak jelas.
Dari seribu tenaga honorer di Kab Kupang, sekitar 200 yang dibekali SK. Sisanya tak jelas alias honorer siluman. Akibatnya, tenaga honorer banyak yang belum menerima gaji.
Namun di balik sengsaranya njasib tenaga honorer, ternyata adapula yang berasal dari keluarga pejabat daerah. Yang baru masuk Desember 2011, tetapi sudah menerima gaji sejak Januari 2011. Inilah yang memicu kecemburuan sosial.
Adanya fenomena tersebut, diakui Wakil Ketua DPRD Kab Kupang, Johanis Mase kepada wartawan di gedung DPRD Kabupaten Kupang, Jumat (6/1).
Dia mengaku mendapat banyak laporan baik melalui telepon maupun pesan singkat (short massage service/SMS) dari beberapa tenaga honorer yang belum menerima honor.
"Yang jadi soal sekarang adalah kita belum ada kejelasan soal pegawai honorer. Mereka hanya sebatas telepon sebagai pegawai honorer, tapi pegawai honorer yang di mana? Tetapi, sebagai wakil rakyat kita telah perintahkan kepada Pemkab Kupang,'' jelasnya.
''Agar pegawai honorer yang telah di-SK-kan dan yang telah menggunakan ABPD dalam tahun anggaran 2011 segera dibayar. Tetapi waktu itu jawaban pemerintah adalah banyak pegawai honorer yang tidak ada SK. Katakanlah pegawai siluman," katanya.
Meski demikian, Ketua DPC PDI Perjuangan Kupang, meragukan laporan via telepon dan SMS berasal dari tenaga honorer. Beberapa waktu lalu, DPRD telah membicarakan masalah ini dengan Pemkab Kupang.
"Data yang kita miliki jumlah pegawai honorer 1.000 lebih. Tetapi menurut pemerintah, yang baru di SK-kan sebanyak 200 lebih,'' jelasnya.
Artinya, lanjut Johanis, lebih dari 800 pekerja honorer tidak memiliki SK atau siluman. Padahal, untuk menjadi tenaga honorer harus melalui satu pintu yaitu harus melalui Bagian Umum Setda Kab Kupang.
''Sehingga mereka diterbitkan oleh bupati SK. Supaya mereka bisa bekerja dan kerja mereka bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang ada. Ini yang terjadi," ungkapnya. [ipe]